Demo Tolak Tambang Pasir Ilegal di Jugosari Berujung Ricuh

Demo menolak tambang ilegal ricuh. (*)
Lumajang, Motim - Demo warga yang menolak penambangan pasir ilegal di Dusun Sumber Langsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro berujung ricuh, Senin (23/11). Bentrok terjadi antara warga dengan penambang pasir di sana.

Dari informasi yang dihimpun Memo Timur, penolakan ini bermula dari kekhawatiran warga. Karena penambang melakukan pengerukan hingga mendekati bahu jalan. Padahal sebelumnya penambang telah sepakat tidak akan melakukan penambangan di jarak 200 meter dari bahu jalan. Karena dinilai mebahayakan jalan dan rumah warga.

Kericuhan antara penambang dengan warga ini berhasil diredam setelah aparat kepolisian melakukan tembakan peringatan dan memisahkan kedua belah pihak. Polisi kemudian membubarkan paksa ratusan massa yang ada di sana.

“Kami hanya ingin menyelamatkan rumah-rumah warga ini pak dan lingkungan jalan. Sudah sekitar satu tahunan penambangan ini,” kata Herman, salahsatu warga.

Warga lainnya menambahkan, dirinya khawatur jika terjadi banjir akan ada longsor. “Ini sudah dekat dengan permukiman dan masjid. Takutnya kalau banjir ini pasti longsor,” ujar Laila.

Penambang di sana juga mengakui jika memang tidak ada izin untuk menambang di kawasan tersebut. “Semua di sini tidak ada yang punya ijin. Bukan hanya saya,” kata salahsatu penambang yang tidak mau disebutkan namanya.

Untuk mengatasi persoalan ini, pihak pemerintah desa setempat akan memanggil kedua belah pihak. Agar persoalan ini tidak terjadi berlarut-larut. “Pemicunya memang dari penambang liar. Kami akan memanggil para pihak bersama kecamatan dan pak kapolsek,” kata Kades Jugosari, Mahmudi.

Ia menambahkan, luasan lahan yang ditambang tanpa mengantongi izin ini mencapai puluhan hektare. “Di sini yang tidak berijin ada sekitar 30 sampai 40 hektare,” pungkasnya. (fit)