Diresmikan Bupati Lumajang, Wisata Kedung Guwo Punya Nilai Sejarah

Peresmian Wisata Alam Kedung Guwo. (*)
Lumajang, Motim - Banyak potensi wisata alam yang masih alami di Kabupaten Lumajang. Seperti wisata Kedung Guwo yang berada di Desa Pasrujambe. Destinasi wisata tersebut mulai dikelola oleh pihak desa setempat dan baru diresmikan oleh Bupati Lumajang, Kamis (26/11).

Gua tersebut memiliki nilai sejarah di masa penjajahan Belanda. Saat ini biasa dijadikan tempat peristirahatan oleh warga setempat. Di sana, terdapat banyak bebatuan dan aliran air sungai yang jernih. Kondisi tersebut menjadi nilai tambah tersendiri bagi Kedung Guwo.

Bupati mengatakan, Pemkab Lumajang mendukung perencanaan pengembangan wisata yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Pasrujambe. Pihaknya akan melakukan intervensi terkait infrastruktur terkait akses menuju lokasi wisata.

Karena Pemkab Lumajang mulai membangkitkan potensi destinasi wisata di berbagai wilayah secara bertahap. Thoriq berharap, potensi wisata tersebut bisa saling terhubung untuk memudahkan akses perekonomian masyarakat.

"Begitu ada yang berkembang ini harus disupport, harus saling sambung antar satu dengan yang lain, supaya persebaran lebih gampang," ujarnya.
Menurutnya, Pasrujambe juga memiliki banyak potensi lainnya, tak hanya wisata. "Pasrujambe pasti ini menyuguhkan potensi yang luar biasa, potensi wisatanya, potensi olahan hasil pertaniannya, saya yakin Desa Pasrujambe dengan seluruh potensinya desa ini akan ada percepatan kesejahteraannya," terangnya.

Sementara Kepala Desa Pasrujambe, Sugianto menuturkan, jika dulunya Kedung Guwo tersebut merupakan tempat persembunyian juga sebagai tempat berlindung dari serangan penjajah pada zaman Belanda. Informasinya, di tempat tersebut terdapat Goa yang terhubung hingga Candipuro.

"Kedung guwo ini ada aspek sejarahnya, dulu dijadikan tempat perlindungan pasukan pada masa gerilya, kami hanya menambahkan edukasinya, dan fasilitas pendukungnya," jelasnya.

Wisata Kedung Guwo yang rencananya akan dikelolah oleh pihak desa, melalui Bumdes dan Pokdarwis tersebut mampu mengundang masyarakat luas dan wisatawan untuk datang ke Desa Pasrujambe.

“Harapannya, wisata ini menjadi daya tarik tersendiri dan bisa mendongkrak perekonomian masyarakat,” harapnya. (cw7/fit)