Firman Shomadi Kenalkan Susu Kefir di Lumajang

Firman Shomadi Kenalkan Susu Kefir di Lumajang
Susu kefir, produk dari Kefirman
Lumajang, Motim - Susu kefir mungkin masih belum terlalu familiar bagi masyarakat Lumajang. Firman Shomadi Ramadhan bisa dibilang adalah orang yang pertama mengenalkan produk susu kefir di Lumajang. Ia mulai memproduksi sendiri susu kefir dengan merek ‘Kefirman’ sejak 2018 lalu.

Susu kefir adalah minuman kental yang dibuat dengan cara fermentasi susu dan biji/bibit kefir. Biasanya dibuat dari susu kambing atau sapi. Minuman ini sudah populer di negara-negara Eropa.

Firman menceritakan, awalnya belajar membuat susu kefir di Jember. Warga Dusun Krajan, Desa Lempeni, Kecamatan Tempeh itu kemudian memulai usaha dan mengenalkan susu kefir di Lumajang.

“Pada saat itu, yang saya tahu masih belum ada susu kefir di Lumajang,” katanya, Selasa (24/11).

Sedangkan susu yang Ia gunakan selama ini, adalah susu sapi dari Senduro. Ada beberapa varian rasa susu kefir yang bisa dinikmati. Diantaranya original asam, original manis, cantalupe, leci, melon, stroberi, anggur, dan mangga.

Produk yang dibuat oleh Firman ini tanpa bahan pengawet. ‘Kefirman’ bisa bertahan sampai seminggu, asalkan disimpan di lemari es. Sehingga saat ini, Ia fokus melayani pesanan saja. Karena jika terlalu lama, rasanya bisa berubah.

“Sementara tidak berani menyetok, karena jika kelamaan bisa berubah rasanya,” ujarnya.

Kini Ia memanfaatkan media sosial dan toko online untuk memasarkan produknya. Bagi yang berminat bisa menghubunginya melalui whatsapp di nomor 085233827343 atau di akun instagram @kefirman_sukses.id.

Sejauh ini, Firman sudah menerima banyak pesanan, utamanya di wilayah Kabupaten Lumajang. Tak hanya itu, produknya juga diminati pembeli dari luar daerah. “Ada yang dari Surabaya dan Jember, paling banyak dari Jember,” pungkasnya.

Di sisi lain, Bupati Lumajang, Thoriqul Haq mengatakan, saat ini pihaknya fokus untuk menggerakkan perekonomian sektor bawah terutama UMKM. Karena perlu didorong agar kembali bangkit dampak Covid-19.

“Salahsatu caranya adalah dengan ekspansi produk menuju market atau pasar online,” katanya. (fit)