Kapolres Lumajang Pantau Aktivitas Gunung Semeru

Kapolres Lumajang Pantau Aktivitas Gunung Semeru
Kapolres mendatangi Pos Pengamatan Gunung Semeru
Lumajang, Motim - Adanya peningkatan aktivitas Gunung Semeru, Kapolres Lumajang, AKBP Deddy Foury Millewa, S.H., S.I.K., M.I.K melakukan pemantauan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Semeru di Gunung Sawur, Senin (30/11).

Kapolres menyampaikan, meski gunung tertinggi di Pulau Jawa itu mengalami peningkatan aktivitas vulkanik, namun sementara ini masih tetap dalam kondisi aman. “Sebelumnya ada beberapa letusan dan lava pijar, tapi dalam kondisi aman,” ujarnya.

Tetapi untuk masyarakat, khusunya yang berada di dekat Gunung Semeru harus tetap antisipasi. “Kami menghimbau masyarakat, khususnya yang berada di Kecamatan Pronojiwo agar tetap antisipasi, meskipun statusnya waspada,” ujarnya.

Sementara informasi dari petugas Pos Pantau, guguran dan lava pijar masih dalam jarak yang aman. Yakni antara 500 sampai 1.000 meter. Masyarakat dilarang beraktifitas di radius yang telah ditentukan. Para penambang di bantaran sungai dekat Semeru juga diminta waspada.

Sebelumnya, pada 28 November 2020 letusan teramati 3 kali, asap putih tebal keluar dengan ketinggian sekitar 100 meter ke arah barat daya. Guguran dan lava pijar teramati 13 kali dengan jarak luncur di antara 500-1.000 meter ke arah Besuk Kobokan. Sementara amplitudo yang terekam, 12 milimeter dengan lama gempa 1.994 detik.

Dengan adanya peningkatan aktivitas Gunung Semeru tersebut, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sudah menutup total jalur pendakian per 30 November 2020. Penutupan dilakukan hingga batas yang belum ditentukan. (fit/cho)