Pasien Covid-19 asal Sarikemuning Meninggal, Warga Dihimbau Tetap Tenang

Pasien Covid-19 asal Sarikemuning Meninggal, Warga Dihimbau Tetap Tenang
Data sebaran Covid-19 di Kabupaten Lumajang

Lumajang, Motim - Pasien Covid-19 asal Desa Sarikemuning, Kecamatan Senduro, berinisial KD dikabarkan meninggal dunia, Senin (9/11). Hal ini sempat membuat warga setempat panik. Karena anggota keluarga lainnya juga dikabarkan ikut terpapar Covid-19. Pihak Puskesmas Senduro pun menghimbau warga di sana untuk tidak panik dan tetap tenang.

Kepala Puskemas Senduro, dr. Halid Hairul Anwar ketika dikonfirmasi membenarkan adanya pasien Covid-19 dari Sarikemuning yang meninggal dunia. Namun Ia menegaskan, tidak semua anggota keluarga terpapar Covid-19.

Halid menjelaskan, awalnya yang terkonfirmasi positif adalah istri dari KD. Namun akhirnya KD meninggal dunia. Sementara istrinya masih dirawat di rumah sakit, namun kondisinya kini sudah membaik dan bisa segera pulang. Sedangkan anggota keluarga lainnya, yakni 2 anaknya tidak terpapar Covid-19. Namun tetap diminta untuk isolasi mandiri.

“Satu keluarga tapi yang positif cuma dua. Satu meninggal kemarin (Senin). Istrinya kalau gak ada gejala, besok (Rabu) boleh isolasi mandiri di rumah,” kata dr. Halid pada Memo Timur, Selasa (10/11).

Ia menjelaskan, KD dan istrinya sempat dirawat di RSI Lumajang, kemudian dibawa ke RSUD dr. Haryoto karena diketahui positif Covid-19. “Alih rawat karena positif Covid-19, (KD) meninggalnya di RSUD dr. Haryoto,” jelasnya.

Sejauh ini pihaknya masih belum mengetahui secara pasti, penularan Covid-19 itu dari mana. “Sebagai pembawa (virus) gak ketemu sampai sekarang. Ada kemungkinan itu transmisi lokal,” ucapnya.

Halid menambahkan, sebagai antisipasi, tempat untuk takziah dipindah di rumah tetangga. Sementara tahlil digelar di musholah terdekat dari rumah duka. “Tapi tetap dengan menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.

Pihaknya pun menghimbau kepada warga Desa Sarikemuning khususnya, untuk tidak khawatir atau takut berlebihan. “Lebih tenang saja, tetap pakai masker. Pasien dan keluarga harus tetap didukung, yang kita takutin penyakitnya, tapi tidak orangnya. Jangan sampai memunculkan hoaks,” ujarnya.

Ia menambahkan, sejauh ini, angka aktif Covid-19 di wilayah Kecamatan Senduro yang terlaporkan ada 7 orang. Sementara angka aktif Covid-19 se-Kabupaten Lumajang total ada 135 orang.

Data terakhir per 9 November, hingga saat ini total sudah ada 1.010 kasus Covid-19 di Kabupaten Lumajang. Sebanyak 765 diantaranya dinyatakan sembuh dan 110 meninggal dunia. (fit/cho)