Perbaikan Sumur Tua di Pronojiwo Telan 4 Korban

Perbaikan Sumur Tua di Pronojiwo Telan 4 Korban
Tambahkan Kondisi sumur saat proses evakuasi

Lumajang, Motim - Perbaikan cempolong sumur milik Khozin, warga Desa/ Kecamatan Pronojiwo menelan 4 korban. Tukang bangunan yang menjadi korban, diduga menghirup gas beracun yang ada di dalam sumur ketika hendak menguras air.

Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Wawan Hadi Siswoyo menuturkan, tukang bangunan yang menjadi korban ini kondisinya lemas. “Dua orang kondisinya sudah meninggal dunia, dua orang lagi dalam keadaan lemas dan luka-luka. Saat ini masih dalam perawatan pihak puskesmas,” ucapnya, Jum’at (6/11/20).

Kejadian tersebut terjadi pada hari Kamis 05 November 2020, sekitar pukul 16.00 WIB. Ketika M. Khozin meminta tolong kepada 4 orang tukang untuk memperbaiki cempolong sumur. Saat itu cuaca terlihat mendung, namun Arif dan Ismail tetap melanjutkan pekerjaannya dan turun ke dalam sumur.

Dalam proses pengerjaannya, keduanya diketahui jatuh ke dalam sumur dengan kedalaman 12 meter. Melihat temannya terjatuh, rekan-rekan pekerja yang berada di sekitar sumur berusaha membantu dengan cara turun ke dalam sumur menggunakan tali dan bambu.

Setelah mencapai dasar sumur, kemudian berusaha menolong Arif dan Ismail dengan cara menariknya ke atas menggunakan tali dengan dibantu warga sekitar.

“Sementara Untung dan Arifin yang saat itu masih berada di dasar sumur, tiba-tiba tenggelam karena lemas. Mungkin kekurangan oksigen. Debit air di dalam sumur juga cukup besar, sehingga menjadi kendala saat proses evakuasi,” kata Wawan.

Selanjutnya, Arif dan Ismail dilarikan ke Puskesmas setempat untuk mendapatkan perawatan medis, karena kondisinya lemas. Sedangkan kedua korban yang sudah meninggal dievakuasi menuju Puskesmas Pronojiwo. “Korban yang selamat ini kondisinya berangsur membaik,” pungkasnya.(cw7)