Pokdarwis Papringan Siap Kelola Wisata Pendakian Lemongan

Pokdarwis Papringan Siap Kelola Wisata Pendakian Lemongan
Ketua Pokdarwis Sekar Lemongan
Lumajang, Motim - Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sekar Lemongan, Desa Papringan, Kecamatan Klakah siap mengelola wisata pendakian Gunung Lemongan. Saat ini mereka menyiapkan persyaratan yang dibutuhkan untuk bisa bekerjasama dengan pihak Perhutani.

“Legalitas kita dengan Perhutani masih belum rampung. Kita akan melengkapi administrasi, izin kita. Dengan LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) juga. Sehingga kedepannya maksimal. Karena kita tidak berjalan sendiri, didukung Perhutani, LMDH, masyarakat, dan Pemerintah Desa Papringan,” kata Ketua Pokdarwis Sekar Lemongan, Yuli Susanti, Senin (17/11).

Selain mengelola jalur pendakian, pihaknya juga menyiapkan sejumlah spot foto. “Di sana juga ada situs budaya,” ucapnya.

Dalam mengelola wisata pendakian tersebut, pihaknya berusaha mengutamakan keselamatan pendaki. “Keamanan pendaki yang mau ke sini juga kita utamakan. Kita malu jika kondisi desa tidak aman,” ucapnya. Ia berharap, setelah pandemi Covid-19 berakhir, rencana tersebut bisa segera diwujudkan.

Pihak Perhutani melalui Asper BKPH Klakah, Soebagio Aries ketika dikonfirmasi menyampaikan, pihaknya siap mendukung siapapun yang akan bekerjasama dengan Perhutani, utamanya untuk pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

“Asalkan sesuai aturan dan perizinan. Pokdarwis sudah mengajukan izin kerjasama. Namun terkendala Covid. Seiring waktu akan kita tata sebaik mungkin,” ujarnya.

Ia menegaskan, pihaknya sudah meminta pada Pokdarwis untuk melampirkan struktur yang jelas. Kemudian segala aspek penting dalam pendakian juga sudah harus dipikirkan. “Semua harus safety, dari sisi asuransi, keselamatan harus diback-up. Termasuk lingkungannya, jangan sampai meninggalkan sampah,” pungkasnya.

Kades Papringan Dulajis pun mendukung langkah dari Pokdarwis Sekar Lemongan. Diantaranya akses jalan menuju jalur pendakian sudah dalam proses perbaikan. “Tujuan saya biar banyak yang ke sana,” ucapnya.

Di sisi lain kata dia, banyak pemuda desa setempat yang nantinya bisa diberdayakan dalam wisata pendakian tersebut. Pihaknya juga siap menjaga keamanan Desa Papringan. “Insyaallah aman,” pungkasnya.

Sementara Camat Klakah, Bayu Ruswantoro menyampaikan, pihaknya siap membantu fasilitasi dan koordinasi. Kemudian yang terpenting, kata dia, harus ada laporan dan kejelasan perencanaan.

“Karena kalau bicara Lemongan, banyak wewenang di sana. Jangan sampai desa membangun di wilayah Perhutani tanpa berkoordinasi,” katanya.

Ia juga menyarankan, sejak awal harus ada koordinasi antara semua pihak yang terkait dalam pengelolaan wisata tersebut. Karena dikhawatirkan, nantinya terjadi kendala di tengah jalan ketika sudah ada potensi keuntungan.

“Saya khawatir ketika ada potensi keuntungan, lainnya berebut. Harus duduk bersama mulai dari awal. Ini ide bagus, jika ada keuntungan silahkan dibicarakan mulai awal. Kita siap bantu koordinasi dan fasilitasi,” pungkasnya. (fit)