Popularitas Sego Kelor Seolah Meredup

Popularitas Sego Kelor Seolah Meredup
Sego Kelor disajikan dengan lauk pauk

Lumajang, Motim - Sego Kelor sudah ditetapkan sebagai makanan khas Kabupaten Lumajang dan mulai dipopulerkan akhir 2019 oleh Bupati Lumajang, Thoriqul Haq. Namun kini nampaknya popularitas Sego Kelor seolah mulai meredup. Hal ini dilihat dari jumlah penjual Sego Kelor yang semakin sedikit.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Lumajang, Hertutik ketika dikonfirmasi menyebut, saat ini penjual Sego Kelor hanya ada di Semarak Rojel dan Retoran GM. Namun ada juga penjual Sego Kelor yang hanya melayani sistim pre order dalam jumlah tertentu. “Sementara ini penjual Sego Kelor yang ikut dalam pembinaan Dinas Ketahanan Pangan ada di Rojel,” katanya, Selasa (3/11/20).

Dirinya mengaku sudah membuat kesepakatan bersama dengan penjual, agar selalu menyediakan Sego Kelor di lapak binaannya. “Penjual Sego Kelor di Rojel, jika ada yang libur, anggota lainnya akan menggantikan. Hal ini dilakukan agar Sego Kelor selalu siap sedia jika ada pembeli,” katanya lagi.

Bukan itu saja, Ia menyampaikan jika pihaknya sudah menyurati Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar terus mempromosikan keberadaan Sego Kelor tersebut. “Juga setiap ada kegiatan rapat OPD, konsumsinya harus menggunakan Sego Kelor,” tegasnya.

Selain melakukan pembinaan, dirinya juga mendirikan Komunitas KELOR B2SA (beragam, bergizi, seimbang dan Aman) yang dianggotai kurang lebih 30 orang. “Anggota binaan kami kebanyakan dari pelaku usaha kuliner dan catering,” jelasnya.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat agar turut serta mempromosikan sego kelor supaya dikenal lebih luas lagi. Jikalau bisa, Sego Kelor tersebut disajikan dengan olahan kelor seperti dawet kelor atau cao dawet kelor. “Ini kan bukan tanggung jawab Ketahanan Pangan saja, masyarakat dan OPD yang lain harusnya ikut mensupport, supaya Sego Kelor bisa dikenal oleh daerah lain,” pungkasnya.(cw7)