Puskesmas Tempeh Edukasi Masyarakat Manfaatkan Obat Tradisional

Puskesmas Tempeh Edukasi Masyarakat Manfaatkan Obat Tradisional
Kepala Puskesmas Tempeh, dr. Ima Rifiyanti

Lumajang, Motim - Pengobatan tradisional warisan nenek moyang mulai diadopsi Dinas Kesehatan. Pengobatan dengan memanfaatkan tanaman obat yang ada di lingkungan sekitar terus disosialisasikan ke masyarakat oleh Puskesmas Tempeh sejak bulan September.

Kepala Puskesmas Tempeh, dr. Ima Rifiyanti menyampaikan jika pihaknya selama ini memberikan bimbingan kepada ibu-ibu dalam kegiatan Rukun Warga (RW). "Ibu-ibu kita ajari membuat obat untuk sakit ringan, resepnya dari kami," katanya saat ditemui Memo Timur.

Kelompok-kelompok binaannya selain dibekali cara meramu obat dari jamu-jamuan, juga diajari cara pemijatan pada titik-titik tertentu untuk menangani gejala sakit ringan.

"Supaya masyarakat bisa mandiri dengan memanfaatkan tanaman obat yang ada di sekitar rumah. Bisa melakukan penanganan penyakit ringan, pemulihan, pemeliharaan rutin dan peningkatan daya tahan tubuh," jelasnya.

Sedangkan pelayanan di Puskesmas, ada namanya Poli Kesehatan Tradisional. "Untuk sementara waktu, karena masih pamdemi kami hanya melayani konseling kesehatan tradisional," ucapnya.

Pengobatan tradisional tersebut dimaksudkan bisa menjadi pelengkap pengobatan konvensional modern, yang memanfaatkan kearifan nenek moyang.

"Kekayaan tanaman obat di lingkungan kita sangat banyak jenisnya, hanya saja pemanfaatannya kurang diimbangi ilmu," katanya.

Untuk memaksimalkan poli kesehatan tradisional, Ima mengaku sudah mengajukan perekrutan tenaga D3 Battra (Pengobatan Tradisional). "Lulusan ini yang berkompeten dalam bidang herbal, Accupressure, Acupunktur dan bekam," tambahnya.

Ia juga mengklaim jika puskesmas yang dinahkodainya merupakan puskesmas pertama di Lumajang yang memiliki poli kesehatan tradisional. Program tersebut merupakan amanat dari Kementerian Kesehatan.

"Insya Allah nanti kita lakukan pengadaan obat herbal berupa sitofarmaka yang sudah terstandart CPOB," pungkasnya. (cw7)