Sat Sabhara Rutinkan Operasi Kelompok Pemuda Bermotor Brong

Sat Sabhara Rutinkan Operasi Kelompok Pemuda Bermotor Brong
Pemilik speda motor brong saat menstandartkan motornya
Lumajang, Motim - Puluhan sepeda motor protolan semisal tanpa kaca spion, plat nomor polisi juga menggunakan ban kecil serta berknalpot brong terjaring dalam operasi yang dilakukan oleh Sat Sabhara Polres Lumajang pada Minggu dini hari kemarin.

Kasat Sabhara, AKP Jauhar Ma’arif, S.Sos menuturkan jika pihaknya mendapati kumpulan pemuda menggunakan sepeda motor tidak standart di sekitar jalan lintas timur (JLT). Keberadaan kelompok pemuda bermotor tersebut diduga hendak mengadakan balap liar.

Namun berhasil dibubarkan lebih dulu. Ada sekitar 500 sepeda motor saat itu.

Kasat Sabhara lebih jauh menyampaikan, kebanyakan dari pemuda tersebut menggunakan sepeda koplingan, seperti Honda Tiger atau sepeda laki-laki. “Pemotor yang terjaring kami beri sanksi sosial dengan mendorong kendaraannya menuju Polres. Semua ini kami lakukan demi mereka, demi masa depannya supaya lebih baik dan tidak mengulangi,” jelasnya.

Ia juga menuturkan bahwa motor yang ikut diamankan dalam operasi tersebut, sengaja tidak diberi sanksi tilang. “Kalau hendak mengambil sepeda motornya, harus dikembalikan standart dulu. Knalpot brong dan ban kecil biar dipotong sendiri. Setelah menunjukkan surat-surat kendaraan dan mengisi surat pernyataan baru boleh diambil,” tambahnya.

Pada Minggu dini hari atau tengah malam, Ia juga melihat kelompok anak muda melintasi alun-alun dengan mbleyer sepeda motor, kebut-kebutan. Ada yang berkendara sambil tidur-tiduran. “Hal ini juga menjadi atensi kepolisian. Jika dibiarkan, tentu saja akan menyebabkan situasi tidak kondusif di Lumajang,” ucapnya.

Pihaknya akan terus melakukan patroli setiap malam minggu, guna pengamanan, penertiban dan menjaga kondusifitas Lumajang serta menekan kenakalan remaja.

“Kita akan tambah personil dalam operasi berikutnya, bukan hanya di alun-alun dan JLT saja yang kita tertibkan, tempat lain juga akan kita operasi. Harapan kami, semoga dengan adanya operasi kemarin bisa mengurangi kegiatan kumpul-kumpul yang mengganggu ketertiban. Semuanya harus diatur berdasarkan protokol kesehatan,” pungkasnya.(cw7)