Sedikit UMKM yang Mau Urus Perizinan

Sedikit UMKM yang Mau Urus Perizinan
Akhmad Taufik Hidayat, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu

Lumajang, Motim - Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lumajang, Akhmad Taufik Hiayat menyampaikan, pihaknya sudah seringkali melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait perizinan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Namun menurutnya, respon dari masyarakat kurang antusias.

"Kita sudah sering sosialisasikan kepada UMKM agar segera mengurus ijin, tapi di lapangan masih sedikit yang mau mengurusnya," ungkapnya, Minggu (1/11/20).

Ia menegaskan, melengkapi perijinan usaha sangatlah penting. Terutama saat berurusan dengan pihak perbankan juga ketika hendak menjadi distributor tentunya akan ditanyai terkait perijinannya.

"Syarat pengurusan ijin sudah sangat mudah dan gratis, sekarang lebih cepat karena pengurusannya dilakukan secara online. Untuk UMKM cukup dengan membawa KTP dan KK, selanjutnya mengisi formulir dengan dibantu oleh petugas," jelas Taufik.

Ia menambahkan, ijin yang diperoleh nantinya berlaku untuk seumur hidup, selama tidak ada perubahan bentuk bangunan maupun jenis usaha yang dijalankan.

Taufik juga menjelaskan usaha yang termasuk kategori UMKM saat ini seperti toko peracangan, penjual jasa, dan segala jenis usaha yang memiliki tempat usaha tetap. "Sekarang ini usaha yang modalnya 500 juta masih termasuk UMKM," ucapnya.

Keuntungan lain bagi pemilik ijin usaha selain mengantongi legalitas, juga akan menjadi prioritas apabila ada pembinaan atau kucuran dana bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah. "Keuntungan bagi pemerintah, ada data. Sehingga jika hendak menyalurkan bantuan atau pelatihan tinggal hubungi UMKM yang sudah berijin," pungkasnya.

Salahsatu pegiat UMKM, Mega Krisnawati, warga Desa Selokbesuki, Kecamatan Sukodono, menyampaikan, Ia sudah menjalankan usaha pembuatan tatakan kue lebih dari 3 tahun, Namun Ia masih belum mengantongi ijin dari dinas terkait.

Ia mengaku enggan untuk mengurus ijin usahanya. Selain tidak mengerti cara pengurusannya, dirinya juga takut akan dikenakan biaya mahal dalam pengurusan tersebut. "Kalau mengurus ijin takut ribet, Saya juga tidak ada biaya untuk mengurus ijin. Meski tanpa mengurus ijin, usaha Saya tetap jalan," kata Mega. (cw7)