Transmisi Lokal Penyebab Tingginya Kasus Covid-19 di Lumajang

Transmisi Lokal Penyebab Tingginya Kasus Covid-19 di Lumajang
Pemakaman jenazah Covid-19

Lumajang, Motim - Per 3 November 2020 sudah ada 926 kasus Covid-19 di Kabupaten Lumajang. Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Lumajang, dr Bayu Wibowo menyampaikan, kasus Covid-19 paling banyak disebabkan transmisi lokal.

“Sekarang yang paling banyak justru transmisi lokal, artinya pasien di rumah sakit itu sakit, positif, juga tidak tahu darimana sumbernya. Jadi bukan dari ketularan yang lain, penularan itu hanya sekitar 14 persen. Jadi ya gak tahu darimana sumbernya,” katanya.

Sejauh ini kata dia, untuk tes PCR (polymerase chain reaction) juga tidak bisa dilakukan kepada orang yang ada kontak erat dengan pasien positif. Karena ada keterbatasan, sehingga hanya diminta untuk isolasi mandiri.

“Walaupun kadang tidak nurut, kadang ada yang keluyuran, jadi karena PCR itu mahal, ketersediannya terbatas,” ucapnya.

Ia menambahkan, saat ini orang yang positif Covid-19, paling banyak adalah pasien yang sedang sakit di rumah sakit. “Bukan OTG (orang tanpa gejala). Yang kita laporkan sehari-hari sebagian besar orang-orang yang sakit. Padahal yang tidak sakit lebih banyak lagi, OTG itu. Karena teorinya 4 kali jumlah orang yang positif. Satu orang bisa menulari 4-5 orang,” jelasnya.

Penyebab lainnya, kata Bayu adalah, masyarakat masih banyak yang tidak memahami protokol kesehatan. “Akibatnya Covid-19 akan bertambah terus, ini masalah. Untuk mengurangi penularan, mau tidak mau semua orang harus menjalankan protokol kesehatan. Tidak bisa tidak,” tegasnya.

Dirinya juga menyebut di Lumajang masih banyak masyarakat yang abai dengan protokol kesehatan. “Artinya memakai masker tidak disiplin, berkegiatan juga belum menerapkan protokol kesehatan,” ucapnya.

Pihaknya pun akan terus melakukan evaluasi untuk mengatasi hal tersebut. “Oleh karena itu, ini akan menjadi bahan evaluasi bersama Gugus Tugas, agar kita masyarakat menaati protokol kesehatan,” pungkasnya. (fit)