Usaha Jamur Merang di Sumbersuko Kewalahan Penuhi Permintaan Pasar

Usaha Jamur Merang di Sumbersuko Kewalahan Penuhi Permintaan Pasar
Usaha jamur merang di Desa Sumbersuko
Lumajang, Motim - Tempat usaha jamur merang di Desa Sumbersuko, Kecamatan Sumbersuko terbilang salahsatu usaha jamur yang sukses di Kabupaten Lumajang. Pasalnya, pemiliknya mengaku kewalahan memenuhi permintaan pasar.

Asropin menuturkan bahwa kendala yang dialaminya selama ini karena di Lumajang masih belum ada komunitas petani jamur.

" Untuk mencukupi permintaan di Lumajang saja, kami sudah kuwalahan," ucapnya, Minggu (15/11).

Ia menjelaskan, untuk memenuhi permintaan pasar di Lumajang, perharinya membutuhkan 40-50 kilogram. Itu belum termasuk pasar-pasar yang kecil. "Pasar Tempursari saja minta 20 kilogram setiap hari, belum pasar yang lain. Kami belum bisa meng-cover, ini sangat prospek sekali," jelasnya.

Asropin mengaku jika usaha jamurnya hanya mampu berproduksi antara 20 hingga 30 kilogram perhari. "Sekali tebar jerami bisa panen sampai 20 kali, tergantung kekuatan medianya. Perhari kadang 20 kilogram, kadang bisa 30 kilogram," tambahnya.

Untuk harga jamur darinya, terbilang relatif murah. "Harga per kilonya Rp 20 ribu dari saya, oleh pengepul dipacking dan dijual ke konsumen antara Rp 30-35 ribu. Sementara ini penjualannya masih konvensional ke pasar-pasar," jelasnya lagi.

Dirinya menceritakan, sebelum dirinya mendirikan usaha ini, Ia menimba ilmu dari wilayah Jember. Kemudian mengembangkan di Lumajang. Sudah lebih dari 4 tahun dirinya bergelut dalam usaha pertanian jamur merang.

Selama ini ia mengelolah usahanya seorang diri dengan dibantu istrinya, mulai dari produksi hingga penjualan. Proses penjualannya dengan memanfaatkan jasa pengepul dan dijual ke pasar. (cw7/fit)