600 Hektare Lahan Perhutani Terdampak Erupsi Gunung Semeru

600 Hektare Lahan Perhutani Terdampak Erupsi Gunung Semeru
Waka Administratur/KSKPH Lumajang Marhaendro Bagyo Sungkowo mendampingi Administratur KPH Probolinggo Imam Suyuti
Lumajang, Motim – Pihak Perhutani sudah mulai melakukan pendataan dampak erupsi Gunung Sumeru di kawasan hutan. Sementara ini, dari data awal, ada sekitar 600 hektare lahan Perhutani yang terdampak.

Waka Administratur/KSKPH Lumajang, Marhaendro Bagyo Sungkowo menyampaikan, ada dampak ringan hingga yang berat. Diantaranya dampak abu vulkanik pada lahan, sadapan getah pohon yang terganggu, hingga pohon-pohon yang mati.

“Data awal kurang lebih 600 hektare,” katanya saat mendampingi Administratur KPH Probolinggo, Imam Suyuti di Pemkab Lumajang, Selasa (22/12/2020).

Lahan yang terdampak itu berada di dua kecamatan, yakni Pronojiwo dan Candipuro. “Yang paling parah di Candipuro, khususnya yang berada di aliran lahar Gunung Semeru,” ucapnya pada sejumlah wartawan.

Ia menyebut, ada banyak pohon-pohon yang telah mati di sana. “Yang dekat dengan aliran lahar Semeru banyak yang mati,” ucapnya. Ke depan, pohon-pohon yang mati itu menurutnya harus ditebang.

Sementara dampak lainnya, adalah terhadap sadapan getah pada pohon-pohon pinus. Sementara ini masyarakat tidak bisa menyadap. “Hampir dua minggu masyarakat tidak bisa memungut, tentunya berdampak pada penghasilan masyarakat,” ujar dia.

Marhaendro menambahkan, pihaknya telah melakukan pendataan sejak 20 Desember lalu. Rencananya pendataan akan terus dilakukan hingga akhir tahun. “Akhir tahun kita prediksi sudah selesai,” pungkasnya. (fit)