Dinsos Lumajang Diduga Kelamaan Timbun Beras Bantuan hingga Tak Layak Konsumsi

Dinsos Lumajang Diduga Kelamaan Timbun Beras Bantuan hingga Tak Layak Konsumsi
Gudang penyimpanan beras di Kantor Loka Bina Karya
Lumajang, Motim - Dinas Sosial (Dinsos) Lumajang diduga kelamaan menimbun ratusan sak beras bantuan hingga tak layak konsumsi. Beras tersebut disimpan di Kantor Loka Bina Karya, yang berada di Jalan Juanda, Kelurahan Rogotrunan, Kecamatan Lumajang.

Informasi yang diterima Memo Timur, beras itu merupakan bantuan dari pihak Pemprov Jawa Timur pada 2019. Ada sekitar 300 sak beras sampai akhir tahun 2020 yang belum dibagikan. Akibatnya beras tersebut mengalami penurunan mutu dan tak layak konsumsi.

Sementara pihak Dinsos belum berhasil dikonfirmasi, untuk dimintai alasan kenapa beras bantuan tersebut ditimbun terlalu lama. Kepala Dinsos Lumajang, Dewi Susiyanti dihubungi berkali-kali via telepon tidak diangkat, Sabtu (19/12/2020). Pesan whatsapp yang dikirim Memo Timur juga tidak dibalas hingga Minggu (20/12/2020).

Bahkan informasinya, pihak Dinsos Lumajang harus memoles atau menggiling kembali beras tersebut, sebelum dibagikan kepada penerima. Beras dikirim ke penggilingan beras yang ada di Kabupaten Jember.

Namun kepada media lain, Ia mengaku beras tersebut harus dipoles karena akan dibagikan kepada korban banjir di Desa/Kecamatan Rowokangkung. "Kami berfikir, ada beras segitu banyak, ada 300-an sak, permintaan dari Rowokangkung ini ada 190 KK. Akhirnya itu kami kirimkan ke Padomasan (Jember), ke rumahnya staf kami, untuk diselep," kata Dewi pada salahsatu media.

Menurutnya, kenapa harus diselep di Jember, karena biaya selep di Jember lebih murah dibandingkan di Lumajang. "Nanti kalau sudah dipoles, ya tak bagikan pada masyarakat yang butuh ini mas," tukasnya.

Dewi juga menyebut, bantuan beras dari Bulog untuk warga terdampak Covid-19 juga harus dipoles sebelum dibagikan. Hal ini kata dia, sesuai dengan perintah dari bupati.

"Sudah diperintahkan Bapak Bupati kalau beras tidak layak diberikan pada masyarakat harus diselep dulu," tegasnya. (fit/cho)