Jelang Pergantian Tahun, Bupati Mutasi Ratusan ASN Lumajang

Lumajang, Motim – Jelang pergantian Tahun Baru 2021, Bupati Lumajang Thoriqul Haq melakukan mutasi terhadap ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkab Lumajang.

Ada 239 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas dan Fungsional yang kemudin dikukuhkan dan dilantik di Stadion Semeru, Rabu (30/12/2020). Selain itu ada Direksi Perumdam Tirta Mahameru yang juga dilantik.

Thoriq menyampaikan, salahsatu alasan melakukan perombakan di birokrasi karena banyak kursi jabatan yang kosong. "Pertama karena ada banyak posisi yang harus diisi, ada banyak Kabid dan Kasi yang kosong, ada juga Kepala Dinas hasil assesment, tentu menyesuaikan dengan perencanaan mutasi yang sudah direncanakan sebelumnya," ungkap Bupati.

Sementara hasil seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Akhmad Taufik Hidayat menjadi Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Nugraha Yudha Mudiarto sebagai Kepala Dinas Perhubungan, Paiman sebagai Kepala Dinas Pertanian dan, Indra Wibowo Leksana sebagai Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang.

Ia berharap pengisian jabatan yang kosong tersebut dapat meningkatkan performa kinerja Perangkat Daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ia berharap pada awal Tahun 2021 segera melakukan action dan bekerja lebih keras untuk mewujudkan program dan visi-misi Pemerintah Kabupaten Lumajang yang sudah direncanakan.

"Saya berharap di Tahun 2021 sudah banyak terpenuhi sehingga tahun anggaran awal sudah bisa melakukan kegiatan yang riil untuk masyarakat," harapnya.

Bupati pun meminta para pejabat yang baru saja dilantik untuk bekerja lebih keras dalam melayani masyarakat. "Bekerjalah dengan benar, bekerja dengan lebih keras lagi, bekerja untuk melayani masyarakat," ungkapnya.

Thoriq juga mempersilakan para pejabat untuk berkomunikasi secara intens dengan dirinya ataupun dengan Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati terkait pola kerja, namun bupati yang akrab disapa Cak Thoriq itu menegaskan agar kinerja lebih diutamakan, karena itu menjadi tolok ukur. (fit)