Jelang Pergantian Tahun, Target PAD Lumajang Belum Tercapai

Jelang Pergantian Tahun, Target PAD Lumajang Belum Tercapai
Pajak dari pertambangan pasir, salahsatu sumber PAD Lumajang
Lumajang, Motim – Jelang pergantian tahun, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lumajang masih belum tercapai. Hingga 10 Desember 2020, PAD telah terkumpul Rp 63,5 miliar atau 90,77 persen dari target yang dipasang sebesar Rp 70 miliar.

“Target pajak daerah Tahun 2020 setelah PAK (Perubahan Anggaran Keuangan, red) yakni Rp70 Miliar,” kata Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Kabupaten Lumajang, Hari Susiati.

PAD tersebut termpul dari berbagai sumber pajak, diantaranya pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, pajak penerangan jalan, pajak mineral bukan logam dan batuan (Minerba), pajak parkir, pajak air tanah, pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2), serta bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB).

Dari berbagai sumber pajak itu, PBB-P2 dan Minerba yang masih belum bisa mencapai 100 persen. “Jadi, dari 10 jenis pajak daerah di Lumajang, yang penerimaannya bisa mencapai 100 persen ada 8 jenis pajak, yaitu pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, pajak penerangan jalan, pajak parkir, pajak air tanah, dan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB),” ujar dia.

Ia menambahkan, bahwa dalam kurun waktu tiga tahun berturut-turut mulai dari 2018 hingga 2020, penerimaan BPHTB telah dapat mencapai di atas 100 persen dari target di atas Rp 10 Milyar. Sehingga diperkirakan sampai akhir Tahun 2020 realisasi capaiannya lebih dari 100 persen.

“Jadi, suksesnya pemungutan BPHTB ini didukung oleh kurang lebih 15 Notaris selaku PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah, red) dan 21 Camat selaku PPATS (Pejabat Pembuat Akta Tanah Sementara ), serta intensifikasi pemungutan BPHTB yang dilakukan dengan pelayanan berbasis IT, yakni Aplikasi e-BPHTB,” imbuhnya. (fit)