Kadinsos Sebut Beras Bantuan Ditandon Tunggu Bencana

Kadinsos Sebut Beras Bantuan Ditandon Tunggu Bencana
Kepala Dinsos Lumajang, Dewi Susiyanti
Lumajang, Motim – Setelah ramai diberitakan, Dinas Sosial (Dinsos) Lumajang akhirnya angkat bicara terkait dugaan beras bantuan yang lama ditandon hingga tak layak konsumsi. Sehingga beras tersebut harus diselep lagi atau dipoles sebelum dibagikan.

Kepala Dinsos Lumajang, Dewi Susiyanti ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan, ada beras bantuan sekitar 400 sak (kemasan 5 kilogram) yang ditandon. Ia menyebut beras bantuan dari pihak Pemprov Jawa Timur pada akhir 2019 itu khusus dialokasikan untuk warga yang terdampak bencana.

“Jadi itu adalah beras yang kita terima dari bantuan logistik pada saat ada bencana. Peruntukannya juga pada saat ada bencana,” katanya saat ditemui di kantornya, Rabu (23/12/2020).

Disinggung Covid-19 yang juga ditetapkan sebagai bencana nasional, kenapa beras tersebut tidak diberikan kepada warga terdampak, Dewi mengatakan, untuk Covid-19 sudah ada bantuan tersendiri.

“Untuk Covid-19, bantuan dari pemerintah pusat juga banyak. Alokasi untuk Covid-19 sudah ada, dari Ngeramut Tonggo dan juga bantuan-bantuan dari provinsi, dari pusat, BPBD sendiri juga sudah dialokasikan untuk Covid-19,” ujarnya.

Sehingga, kata Dewi, beras yang ditandon oleh pihaknya untuk mengantisipasi bencana lainnya. “Bencana alam juga kita antisipasi dengan persediaan cadangan beras tersebut. Kalau kita tidak ada saat ada bencana, kita kesulitan juga,” ujarnya.

Sementara, diduga terlalu lama ditandon, akhirnya kualitas beras tersebut pun menurun atau tak layak konsumsi. Namun Dewi membantahnya. “Cuma banyak kotoran, dan mungkin karena penyimpanannya yang kurang bagus, jadi ada yang lembab, kotor,” ucapnya.

Setelah dipoles, menurutnya hasilnya kemudian bagus. “Sudah kita uji tanak, hasilnya bagus,” ujarnya.

Beras tersebut sudah dipoles di penggilangan yang ada di Desa Padomasan, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember. Alasan Dinsos diselep di sana, karena biayanya yang lebih murah. “Biayanya lebih murah daripada yang ada di sini,” terangnya.

Usai dipoles, rencananya beras itu akan dibagikan kepada warga yang terdampak banjir genangan di Desa/Kecamatan Rowokangkung. Namun akhirnya batal, dengan alasan sudah ada bantuan dari BPBD Lumajang.

“Setelah kami koordinasikan dengan BPBD, ternyata BPBD juga sudah memberikan. Jadi kami tidak jadi memberikan bantuan beras persediaan itu kepada Desa Rowokangkung,” ujarnya.

Ketika ditanya, jika lama tidak terjadi bencana, apa beras tersebut akan terus ditandon, Ia menyebut bisa dialihkan. “Kita tunggu sampai ini musim hujan habis, kita bagikan pada PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial) yang berhak menerima,” pungkasnya. (fit/cho)