Perhutani Gelar Penanaman Bersama Ratusan Pohon Damar

Penanaman pohon di Desa Kandang Tepus.
Lumajang, Motim – Perhutani Lumajang kembali mengelar aksi penanaman pohon. Kali ini penanaman bersama dilaksanakan di Petak 21C Glagaarum Desa Kandang Tepus Kecamatan Senduro, Kamis (10/12/2020).

Waka Administratur/KSKPH Lumajang Marhaendro Bagyo Sungkowo menyampaikan, aksi penanaman kali ini mengambil tajuk ‘Menumbuh-kembangkan Makhluk Tuhan yang Berdzikir untuk Hutan Lestari Masyarakat Sejahtera’. Ada ratusan Pohon Damar yang ditanam.

Ia menjelaskan, dalam ajaran Islam, selain ada hubungan manusia dengan Allah (Habluminallah) dan hubungan manusia dengan manusia (Habluminannas) ada hubungan manusian dengan alam (Hablumin'alam).

“Manusia punya kewajiban untuk merawat dan menjaga alam atau lingkungan. Jadi harapan kita semua, hutan itu dirawat dengan baik,” ucapnya.

Lanjutnya kegiatan dari penanaman ini, diharapkan nantinya masyarakat juga menikmatinya. “Jadi tanaman itu juga untuk kesejahteraan masyarakat juga,” pungkasnya.

Kapolsek Senduro, AKP Joko Wintoro menmbahkan, diharapkan melalui program Perhutanan Sosial, masyarakat bisa mendapatkan banyak manfaat dari hutan. Masyarakat bisa bekerjasama dengan Perhutani untuk mengelola kawasan hutan.

“Jadi masyarakat bisa mengela dan butuh SK Kulin KK yang dikeluarkan Kementerian, jadi masyarakat punya hak mengelola di dalam kawasan hutan selama 35 tahun,” ucapnya.

Harapan dari adanya kerjasama itu, masyarakat bisa merawat dan mengelola apa yang sudah ditanam oleh Perhutani. “Kalau tanaman itu tidak bisa tumbuh yang bertanggungjawab yang petani yang ada disitu,” pungkasya.
Sementara Asisten Perhutani Lesmana Putra Jaya Empu mengatakan, setelah adanya penjarahan di kawasan hutan, untuk mengembalikan lagi sangat sulit. Sehingga perlu berbagai cara agar hutan bisa dikembalikan.

Salahsatu caranya adalah melalui Perhutanan Sosial. Dan di Desa Kandang Tempus ini menjadi lokasi yang diusulkan adanya kemitraan masyarakat dengan Perhutani. “Ada kemitraan antara LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) dengan Perum Perhutanan,” ucapnya.

Sebelumnya, kata dia banyak pohon damar yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk diambil getahnya. “Setelah penjarahan untuk mendaparkan kembali sulit. Ketika damar usia 10 sampai 15 tahun baru bisa disadap,” ujarnya.

Ia menambahkan, penyadapan pada damar merupakan manfaat jangka menengah yang bisa didapatkan masyarakat. “Masyarakat mendapatkan getahnya, itu yang beli kita. Tapi masyarakat juga bisa melakukan penanaman di lahan tepi, seperti pohon sengon juga albasa pungkasnya.

Pantauan Memo Timur dalam acara penanaman bersama pohon damar hadir jajaran Muspika Kecamatan Senduro, Camat, Kapolsek, Danramil masing-masing bersama anggota, LMDH juga warga sekitar hutan. (fit/cho)