Perlu penanganan Darurat Tanggul di DAS Semeru yang Terkikis

Perlu penanganan Darurat Tanggul di DAS Semeru yang Terkikis
Sekda memantau tanggul DAS Semeru yang terkikis
Lumajang, Motim - Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, Agus Triyono sudah meninjau langsung tanggul di Daerah Aliran Sungai (DAS) Semeru yang terkikis. Tepatnya di Dusun Bondeli, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.

Tanggul yang terkikis itu dikhawatirkan akan jebol. Sehingga perlu adanya penanganan darurat sebagai antisipasi. Karena tanggul yang terkikis sepanjang 15 meter. "Jadi tanggul yang terkikis lahar dingin menurut pangamatan kami sekitar panjang 15 meter. Untuk itu perlu dilakukan upaya agar tidak jebol," kata Sekda.

Pemkab Lumajang akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur, untuk melakukan langkah-langkah penanganan darurat dengan menormalisasikan aliran sungai.

Menurut Sekda, upaya tersebut dilakukan untuk memastikan persekitaran pemukiman penduduk di Dusun Bondeli tetap aman, karena beberapa penyebab terkikisnya tanggul, salah satunya diperkirakan aliran arus sungai yang masih belum rata akibat proses pengambilan pasir yang dilakukan oleh para penambang terlalu menepi.

"Menurut kami, berubahnya aliran sungai yang seharusnya mengalir ke seluruh permukaan, hanya mengalir di pinggiran," ujarnya.

Sehingga Ia berharap, dengan adanya langkah normalisasi aliran air tersebut, nantinya dapat mengurangi resiko yang berdampak terhadap pemukiman penduduk setempat.

Agus Triyono pun mengimbau para penambang jika nanti kembali bekerja, agar proses pengambilan pasir atau batu tidak terlalu menepi. Sehingga apabila terjadi lahar dingin, tidak berpotensi mengakibatkan tanggul jebol. Apalagi material di Curah Koboan sampai saat ini masih menumpuk.

"Saya berharap seluruh penambang yang berada di DAS Rejali, Curah Koboan dan Bades, agar proses pengambilan pasir atau batu dapat memperhatikan tanggul sungai di kanan kirinya," imbau dia. (fit)