Permintaan Menurun, Harga Pisang Agung Anjlok

Permintaan Menurun, Harga Pisang Agung Anjlok
Salah satu pedagang pisang di Pasar Baru Lumajang
Lumajang, Motim - Petani dan pedagang pisang di Lumajang kian mengeluh. Di Pasar Baru Lumajang misalnya, pedagang mengaku, semenjak pandemi berlangsung, permintaan terus menurun. Harganya pun kian anjlok. Bahkan pisang sampai membusuk karena tak laku.

Dari pantauan Memo Timur, terlihat di pedagang, banyak tandan pisang yang terlalu matang. Ada juga yang kulitnya menghitam dan membusuk karena lama tidak laku.

Salahsatu pedagang, Ahmad Iksan, warga Kelurahan Tompokersan, Kecamatan Lumajang yang sudah 35 tahun lebih berprofesi sebagai penjual pisang, mengaku baru tahun ini benar-benar merasakan kerugian yang amat besar. Semenjak pandemi, dirinya sudah mengurangi hingga separuh dari stok pisang di tempatnya berjualan.

“Sekarang orang lebih mikir untuk beli beras, daripada beli pisang. Ini sampai banyak yang busuk karena tidak laku-laku,” katanya sambil mengeluh.

Di kiosnya tersebut terlihat lebih banyak pisang bertandan besar yang tidak laku. Sekalipun harga pisang sudah dijual sangat murah, namun banyak yang tidak laku terjual.

“Pisang agung yang super biasanya saya jual antara Rp 125 ribu sampai Rp 150 ribu. Sekarang ae yang super dijual Rp 50 ribu tidak laku-laku,” keluhnya lagi.

Biasanya pisang yang sudah terlalu matang dan hampir membusuk Ia jual ke pembuat sale pisang. Karena hampir setiap hari turun hujan, produsen sale pisang enggan menampung pisang yang terlalu matang.

“Biasanya kalau sudah terlalu matang begini saya jual ke pembuat sale pisang. Per sak dihargai antara 40-50 ribu. Karena tiap hari hujan, ndak ada yang mau beli ya terpaksa dibuang,” katanya.

Di sisi lain, Amir, warga Desa Jambearum, Kecamatan Pasrujambe yang juga berprofesi sebagai pedagang pisang di Pasar Agropolitan, Kecamatan Senduro juga mengeluhkan kondisi tersebut.

“Petani dan pedagang harus siap rugi. Apalagi setiap pagi dan sore sering turun hujan seperti sekarang,” katanya.

Menurut Amir, pisang agung saat ini sangat minim sekali peminatnya. “Kalau pisang agung sudah tidak ada pembeli dari luar Lumajang. Ada pembeli dari daerah Yosowilangun, tapi belinya sedikit-sedikit,” pungkasnya. (cw7)