Tambal Sulam Jalan Berlubang di Sukarno-Hatta Tidak Merata

Tambal Sulam Jalan Berlubang di Sukarno-Hatta Tidak Merata
Kondisi jalan berlubang bekas galian pipa
Lumajang, Motim - Kondisi jalan berlubang dan bergelombang di sepanjang jalan Sukarno Hatta sering dikeluhkan warga setempat dan pengguna jalan. Terutama kondisi jalan di sebelah barat atau di jalur arah Lumajang-Probolinggo cukup parah. Pengguna jalan dihimbau agar hati-hati ketika melintasi jalan tersebut saat malam dan hujan.

Meskipun seminggu yang lalu sudah dilakukan tambal sulam oleh dinas terkait, namun belum maksimal karena masih banyak lubang aspal yang belum ditambal. Kondisi seperti ini sangat mengkhawatirkan, apalagi tidak sedikit pengendara motor yang terjatuh akibat roda sepeda motornya terperosok lubang jalan ketika hujan.

Iwan, warga Desa Klakah, Kecamatan Klakah menyampaikan jika dirinya hampir setiap hari ke Pasar Baru Lumajang untuk kulakan. “Saya sering lewat jalan ini, kemarin sempat jatuh karena ban depan masuk ke lubang jalan. Itu pas hujan jadi tidak tau kalau lubangnya cukup dalam,” keluhnya, Rabu (23/12/20).

Akibat sering dilakukan tambal sulam, masih menurut Iwan, kondisi jalan tersebut semakin tidak karuan. Apalagi yang ditambal hanya sebatas lubang yang dimaksud saja, dan ukuran lubangnya tidak sama. “Biasanya kan klo tambal sulam itu diblok, bukan ditambal di titik yang berlubang saja. Mungkin nambalnya pakai aspal sisa,” katanya.

Ketika melintasi jalan Sukarno Hatta jalur Lumajang-Probolinggo, sebaiknya gunakan lajur kiri karena aspal di lajur sebelah kiri kondisinya masih layak. Dan jangan mendahului kendaraan yang ada di depan jika tidak terpaksa, namun harus tetap hati-hati dengan lubang jalan.

Sebaliknya, ketika menuju Lumajang kota sebaiknya tetap waspada saat melintasi jalan Sukarno Hatta. Karena ada beberapa titik bekas galian pipa PDAM yang aspalnya ambles, terutama di lajur sebelah kiri. “Jalan yang sebelah timur juga banyak lubang bekas galian pipa, mungkin aspal yang dipakai kualitasnya kurang bagus makanya cepat ambles, hati-hati!,” serunya.(cw7)