Terlapor Dugaan Penipuan Emas Lapor Balik ke Polres Lumajang

Terlapor Dugaan Penipuan Emas Lapor Balik ke Polres Lumajang
Moh. Mauludin bersama kuasa hukumnya saat di SPKT Polres Lumajang
Lumajang, Motim - Moh. Mauludin bersama kuasa hukumnya, Ahmad Suryono, SH., MH. mendatangi Polres Lumajang guna melaporkan dugaan perbuatan yang bersifat melawan hukum yang dilakukan oleh sejumlah orang, Kamis (17/12/2020). Karena telah melakukan penjarahan dan pengerusakan terhadap barang-barang miliknya.

Ada 12 orang yang Ia laporkan, mereka merupakan rekan bisnisnya dalam hal jual beli emas dan bertindak sebagai supplier (penyedia). Mauludin sendiri beberapa waktu lalu telah dilaporkan atas dugaan penipuan investasi emas oleh rekan bisnisnya.

“Kami datang ke Polres Lumajang untuk melaporkan balik ke 12 orang itu, atas tuduhan penjarahan dan perusakan barang-barang milik klien kami,” tutur Ahmad Suryono pada wartawan, Kamis (17/12/20).

Ia merasa keberatan atas laporan dari 12 orang tersebut, karena cerita yang disampaikannya ketika melapor tidak utuh. Menurutnya, yang terjadi sebenarnya adalah masalah keperdataan dan sudah terjadi perdamaian.

“Sudah ada kesepakatan dan komitmen untuk pembayaran. Namun karena 12 orang ini tidak sabaran, terjadilah penjarahan dan perusakan,” katanya.

Sesuai perjanjian, kliennya akan membayar sisa uang yang dimaksud dengan cara melakukan pekerjaan. “Sisanya kalau tidak salah sebesar Rp 1,5 milyar. Pada laporan kemarin, mereka mengatakan rugi 3 milyar dan itu tidak tepat,” tegasnya.

Awalnya, sisa tanggungan yang belum dibayar kliennya sebesar 2 milyar. Dan sudah diangsur sebesar Rp 500 juta. Belum ada 6 bulan, ke 12 orang tersebut melakukan penjarahan dan pengerusakan. Akibat kejadian tersebut, kliennya menanggung kerugian sebesar Rp 180 juta.

“Yang dijarah seperti sofa, mesin, alat-alat dan sebagainya. Informasinya, barang-barang tersebut sekarang sudah beralih tangan ke orang lain,” jelasnya.

Atas laporan tersebut, dirinya berharap agar laporannya segera ditindaklanjuti oleh Polres Lumajang. “Saya berharap, penyidik segera memproses laporan tersebut dan memanggil terlapor,” tutupnya.

Di sisi lain, Paur Humas Polres Lumajang, Ipda Shinta menyampaikan jika perkara sebelumnya masih ditangani secara intensif oleh Sat Reskrim. “Jadi, perkara yang baru ini menunggu perkara yang sudah dilaporkan sebelumnya,” pungkasnya. (cw7)