Warga Korban Bencana Semeru Enggan Mengungsi dan Berharap Bantuan Merata

Warga Korban Bencana Semeru Enggan Mengungsi dan Berharap Bantuan Merata
Warga ketika menyampaikan penolakannya ke Camat Candipuro
Lumajang, Motim - Warga korban bencana awan panas guguran Gunung Semeru saat ini enggan mengungsi. Mereka lebih memilih bertahan di rumah. Seperti warga yang berada di Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Namun mereka berharap tetap mendapat bantuan. Serta diharapkan bantuan bisa merata ke semua warga terdampak.

Alasan warga menolak mengungsi, karena menganggap kondisi Semeru sudah aman. Warga juga mengaku, enggan ke tempat pengungsian, karena ada hewan ternak yang harus dijaga. Bahkan ketika ada kunjungan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Kamis (3/12) mereka tetap tak mau ke tempat pengungsian yang berada di Lapangan Kamar Kajang.

“Warga mayoritas petani dan peternak, misal masyarakat ke pengungsian, untuk mencari rumput kesulitan, kejauhan, itu yang dibuat acuan oleh masyarakat,” ungkap Umar Faruq, salahsatu warga.

Sehingga ketika ada gubernur datang ke Lumajang, yang Ia harapkan adalah gubernur yang mengunjungi mereka langsung. “Kalau bisa gubernur langsung datang ke warga, melihat kondisi kita langsung, bukan di tempat pengungsian,” ujarnya.

Ia menambahkan, ketika Gunung Semeru kembali ada peningkatan aktivitas dan membahayakan, warga sudah siap untuk ke tempat pengungsian. “Kalau orang sini siap, siapa yang mau mati,” katanya.

Warga lainnya, Ahmad mengaku, jika sejauh ini bantuan yang diterima warga hanya berupa makanan. “Sementara ini bantuan dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) cuma makanan. Itupun tidak merata, itu yang menjadi keluhan warga,” ujarnya.

Dirinya pun berharap, bantuan harus dibagikan merata ke warga yang terdampak. Serta harus secepatya dibagikan. “Harus secepatnya, warga sangat membutuhkan. Karena orang sini sudah tidak bekerja,” jelasnya.

Selain makanan, mereka juga berharap ada bantuan lainnya yang sangat dibutuhkan. “Warga juga membutuhkan perlangkapan bayi, obat-obatan, karena sudah dirasakan sesak dan batuk-batuk, jalan juga harus disiram,” terangnya.

Lanjutnya, ada sekitar 750 warga yang berada di kawasan tempat tinggalnya. Sehingga diharapkan, semua warga tersebut bisa mendapat bantuan. Keluhan warga ini pun sudah disampaikan ke pihak desa dan camat.

Sementara Camat Candipuro, Agni Asmara Megatrah kerika dikonfirmasi menegaskan, ada miss komunikasi dengan warga Dusun Kajar Kuning ketika adanya kunjungan Gubernur Jatim. “Ada miss komunikasi, karena tidak semuanya warga akan dikerahkan ke sana (tempat pengungsian),” ucapnya.

Namun dirinya sudah menyampaikan pada warga, jika terjadi bencana yang membahayakan, harus mau diungsikan ke Lapangan Kamar Kajang. “Jadi ini belum direlokasi, masyarakat bertahan di sini. Kalau sementara ini kondisinya masih dikatakan aman. Tapi kalau ada perubahan situasi harus mengungsi,” tegasnya.

Terkait bantuan, Agni menegaskan, pendataan masih dilakukan. Termasuk bantuan apa saja yang dibutuhkan oleh warga. “Akan kita fasilitasi, kebutuhan apa saja, kebutuhan pokoknya, sarana dan prasarana apa saja. Saya akan koordinasi dengan BPBD, dengan posko, segera kita komunikasikan,” pungkasnya.

Kabid Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Lumajang, Wawan Hadi Siswoyo sebelumnya menjelaskan, warga sudah tidak di tempat pengungsian karena aktivitas Semeru sudah meredah.

“Namun sewaktu-waktu meningkat, kembali ke pengungsian,” jelasnya.

Terkait bantuan, pihaknya telah menerima banyak bantuan dari berbagai pihak. Disamping bantuan tersebut diserahkan ke dapur umum juga diserahkan langsung ke warga. “Kita distribusikan ke area terdampak,” ujarnya. Pihaknya juga berusaha agar bantuan yang disalurkan merata ke semua warga terdampak. (fit)