Baru Dibangun, Proyek Sirkuit BMX Senilai Rp 448 Juta Sudah Rusak

Baru Dibangun, Proyek Sirkuit BMX Senilai Rp 448 Juta Sudah Rusak
Sirkuit BMX di Desa Purwosono
Lumajang, Motim - Sirkuit sepeda BMX yang ada di Desa Purwosono, Kecamatan Sumbersuko, baru saja selesai dibangun pada Desember 2020. Namun kini kondisi sirkuit itu sudah mengalami kerusakan di beberapa titik. Padahal belum dipakai sama sekali.

Kerusakan diantaranya terjadi di bangunan tikungan dan lokasi start. Kondisinya sudah retak-retak. Bupati Lumajang, Thoriqul Haq pun marah besar ketika melihat langsung kondisi sirkuit yang dipersiapkan untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2022 tersebut.

Bupati menduga, pihak rekanan CV Raja Seratus tidak serius dalam mengerjakan proyek senilai Rp 448 juta itu. Pihak rekanan kemudian diminta segera melakukan perbaikan, karena saat ini masih dalam masa pemeliharaan dan tanggungjawab rekanan.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lumajang, Paimin ketika dikonfirmasi menyampaikan, pihaknya bersama pengawas pembangunan telah menandai titik-titik yang harus diperbaiki oleh pihak rekanan.

“Yang memerlukan pemeliharaan awal ini diantaranya pekerjaan tikungan lintasan,” katanya saat dikonfirmasi Memo Timur, Kamis (14/1/2021).

Selain itu, di lintasan juga butuh dilakukan perbaikan. Namun untuk saat ini, karena cuaca tidak memungkinkan, maka tidak bisa segera dilakukan. “Mengingat saat ini curah hujan tinggi, kalau di lintasan dilakukan perbaikan saat hujan tidak bisa dilakukan,” ucapnya.

Pihak rekanan, kata Paimin, sudah berjanji untuk segera melakukan perbaikan. “Sudah diagendakan terkait pemeliharaan ini sampai dengan 1 Juni 2021. Jadi selama 6 bulan sudah masuk masa pemeliharaan pihak pelaksana. Sehingga mutlak menjadi kewenanan pihak pelaksana,” ucapnya.

Paimin menambahkan, ketika pembangunan sirkuit baru selesai dan diserahkan pada pihak Dispora, memang kondisinya waktu itu tidak ada yang retak. “Awalnya layak untuk diterima, karena mungkin curah hujan tinggi, sehingga tanah di bawah tikungan retak, mungkin begitu,” tegasnya.

Disinggung, apakah pekerjaan rekanan tidak sesuai perencanaan, Paimin menyebut sudah sesuai perencanaan. “Di dalam perencanaan ya hanya cor kasar memang, di tikungan itu hanya rabat, dan start hanya cor,” pungkasnya. (fit)