Dampak Longsor di Lempeni, Saluran Irigasi Terputus

Penanganan longsor di Desa Lempeni. (*)
Lumajang, Motim - Longsor menerjang Desa Lempeni Kecamatan Tempeh beberapa hari lalu. Tepatnya di tebing sungai yang ada di RT 42 RW 10 Dusun Kebonan. Peristiwa tersebut berdampak pada terputusnya saluran irigasi di desa setempat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang bersama instansi terkait dan warga masih melakukan penanganan awal. Agar irigasi kembali berjalan. Karena saluran irigasi tersebut sangat penting untuk pengairan lahan warga.

Kepala Bidang Kedaruratan, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi BPBD Lumajang, Joko Sambang menyampaikan, pihaknya selain harus mengantisipasi longsor susulan, juga harus menangani saluran irigasi yang rusak.

“Penanganan kami yang awal, daruratnya sudah kami kirim 1.000 sak, kerja bakti dengan warga sana juga. Dari teman-teman DPUTR, sak-sak itu kita isi dengan material padat, itu untuk menanggulangi biar gak longsor lagi,” ujarnya, Selasa (19/1/2021).

Kemudian Ia menyebut saluran irigasi dengan lebar 1 meter dan tinggi 2 meter, sepanjang area longsor itu sudah hancur. “Itu total rusak, terus ke bawah hancurnya,” ucapnya.

Untuk penanganan awal, pihaknya memanfaatkan material dari plengsengan yang rusak untuk pembenahan saluran irigasi sementara. “Karena yang paling bawah gak bisa diairi. Mangkanya kami kerja bakti, kami tangani pakai bronjong,” pungkasnya. (fit)