Diduga Keracunan Gas, Satu Keluarga Tewas

Diduga Keracunan Gas, Satu Keluarga Tewas
Petugas ketika melakukan olah tempat kejadian perkara.(*)
Lumajang, Motim - Satu keluarga tewas diduga akibat keracunan gas asap dari generator listrik (genset) gegerkan warga Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh. Peristiwa naas tersebut terjadi pada hari Rabu (27/1/21), sekira pukul 9.30 WIB.

Kapolres Lumajang, AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K., M.Si., didampingi Paur Subbag Humas, Ipda Andreas Shinta PW, SH., membenarkan peristiwa tersebut. Pihaknya menerima laporan itu dari warga yang bernawa Edy (45).

“Kita taunya dari laporan Pak Kades, dan langsung kita cek ke lokasi,” tutur Paur Subbag Humas.

Pada hari Selasa (26/1/21) sore, listrik di sekitar lokasi padam. Karena di rumah korban akan melaksanakan acara tahlilan, kemudian korban menghidupkan genset dan diletakkan di luar rumah. Ketika malam, genset tersebut dimasukkan ke dalam rumah dalam kondisi nyala.

Keesokan harinya, Lihan (24), anak korban yang tinggal di rumah satunya datang ke rumah orang tuanya dan memanggilnya. Karena tidak ada jawaban dan rumah dalam keadaan terkunci, akhirnya Lihan mencukit jendela depan.

“Setelah di dalam ternyata keluarganya sudah meninggal,” jelas Paur Subbag Humas. Lanjutnya, Sukariyah (50) dan Serlin Karlina (10), ditemukan meninggal di dalam kamar, sedangkan Nasiran (60), ditemukan di sebelah genset.

Untuk memastikan penyebab kematian ketiganya, jenazah korban akan dilakukan otopsi. “Keluarga korban telah mengikhlaskan kejadian tersebut dan menolak untuk dilakukan otopsi,” pungkasnya.(cw7/cho)