Gagal Ngajak Minum Miras, Ahmad Anwar 'Benjot'

Korban ketika mendapat perawatan. (cho)
Lumajang, Motim - Ahmad Anwar (26), warga Desa Papringan, Kecamatan Klakah, mengalami luka memar pada bagian mata sebelah kanannya setelah dipukul oleh temannya menggunakan telanan yang terbuat dari kayu.

Informasinya, pelaku berjumlah dua orang masing-masing bernama Robiansyah (26), warga Desa Mlawang, Kecamatan Klakah dan Afri Sugianto (26), warga Desa Kecamatan Klakah dan sudah diamankan di Polsek Klakah.

Pemukulan itu terjadi di sekitar simpang tiga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Klakah pada Minggu (17/1/2021), sekira pukul 23.00 WIB.

Kapolsek Klakah, Iptu Khoirin Hariyanto melalui Aipda Hadi Saputro, SH menuturkan pada Minggu sekitar pukul 23.00 WIB kemarin itu, korban pergi ke simpang tiga SPBU Klakah menemui pelaku Robiansyah dan Afri Sugianto dengan membawa minuman beralkohol yang dimasukkan ke botol air mineral.

"Kala itu korban berkata pada pelaku ayo ngombe atau ayo minum. Tapi ajakan korban ditolak pelaku dengan berkata tidak," katanya.

Mungkin lantaran ajakannya ditolak, korban kesal lalu mengganggu kedua pelaku dengan cara ikut-ikutan membantu menyeberangkan kendaraan dari arah timur sambil berteriak "Ayo-Ayo,".

Melihat itu pelaku terus menghampiri korban dan memukulnya dengan tangan kosong, akhirnya korban pergi. Namun tak lama kemudian korban datang menemui pelaku sambil bertanya, "kenapa memukul?" dan dijawab oleh Robiansyah, "gak trimo?" sambil berjalan menuju warungnya dan diikuti oleh korban.

Diduga juga kesal, pelaku kembali memukul korban juga menggunakan tangan kosong mengenai bagian kepalanya. Kala itu korban berusaha membalasnya namun gagal. Melihat korban berusaha melawan, pelaku mengambil telanan terus dipukulkan ke arah kepala korban.

Tak lama kemudian datang Afri Sugianto terus ikutan memukul korban dan menendang korban hingga terjatuh. Dan nasib yang dialaminya dilaporkan oleh korban keesokan harinya, tepatnya Senin (18/1/2021) sekira pukul 07.00 WIB.

"Barang bukti yang kami amankan 1 buah telanan, 1 buah jaket dan celana pendek ada bercak darah," tegas Kanit Reskrim. (cho)