Gara-Gara HP, Hesa Saputra Bersimbah Darah

Gara-Gara HP, Hesa Saputra Bersimbah Darah
Korban ketika menjalani perawatan di rumah sakit
Lumajang, Motim - Gara-gara Handphone miliknya hilang, seorang remaja berinisial YN (27), asal Dusun Krajan, Desa Selokgondang, Kecamatan Sukodono, nekat menganiaya Hesa Saputra (19), asal Dusun Tugusari, Desa Pandansari, Kecamatan Kedungjajang, menggunakan sebilah pisau.

Akibatnya, Hesa Saputra ambruk dengan kondisi luka robek pada lengan tangan sebelah kiri dan paha sebelah kiri. Beruntung korban segera ditolong warga dan dilarikan ke Rumah Sakit di Lumajang.

Sedang pelaku, usai menganiaya korban langsung melarikan diri. Kejadian berdarah itu terjadi di depan pertokoan jalan Soekarno Hatta pada Rabu (6/1/2020), sekira pukul 15.30 WIB.

Kapolsek Sukodono, AKP Ahmad Sutiyo, SH melalui Kanit Reskrim, Aiptu Hadi Hariono, SH menuturkan jika kejadian berdarah tersebut bermula ketika pelaku melihat korban berada di tempat kos teman wanitanya. Kemudian pelaku mendatangi korban dan menuduh korban mencuri HP miliknya saat keduanya berada di cafe toga sebulan yang lalu.
Gara-Gara HP, Hesa Saputra Bersimbah Darah
Saat petugas melakukan oleh TKP
Karena tidak merasa melakukan, korban menyangkal dan terjadilah cek cok mulut. Diduga pelaku emosi, lalu mengeluarkan sebilah pisau yang diselipkan di balik bajunya terus menusukkan ke arah perut korban, namun tidak berhasil.

“Korban secara reflek menangkis serangan pelaku dan mengenai lengan kiri dan paha kirinya,” tutur Kanit Reskrim, Kamis (7/1/21).

Setelah keduanya dilerai warga sekitar lokasi kejadian, pelaku melarikan diri ke arah selatan dengan kedua temannya. Sedang korban menjalani rawat inap di salah satu rumah sakit di Lumajang. "Kondisinya terus membaik," ucapnya.

Kini pelaku masih dalam pengejaran. Perbuatan pelaku dijerat dengan Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun penjara. “Pelaku masih kita kejar, tak lama lagi pelaku pasti tertangkap,” tegasnya.(cw7)