Perhutani SKPH Lumajang Produksi 426 Ton Getah Pinus Pertahun

Wakil Administratur Perhutani SKPH Lumajang, Marhaendro Bagyo Sungkowo. (cho)
Lumajang, Motim - Produksi getah pinus di Perum Perhutani SKPH Lumajang KPH Probolinggo di tahun 2020 kemarin bertahan pada angka 426 ton. Padahal sebagian besar lahan pinus di wilayah SKPH Lumajang sempat dilanda hujan abu dari dampak erupsi Gunung Semeru.

Bertahannya hasil sadap dari tanaman ini karena maksimalnya pendekatan antara Perum Perhutani kepada para penggarap atau penyadap getah pinus yang ada di semua petak.

“Kita lakukan komunikasi dengan para pekerja atau penyadap lantaran mereka juga butuh bimbingan dan saling berbagi informasi agar hasil getah maksimal,” ungkap Wakil Administratur Perhutani SKPH Lumajang, Marhaendro Bagyo Sungkowo pada Senin (18/1), pagi saat dikonfirmasi Memo Timur.

Ia menambahkan, wilayah Perum Perhutani Lumajang terbagi menjadi 4 wilayah yakni wilayah BKPH Klakah, BKPH Senduro, BKPH Pasirian juga BKPH Pronojiwo. Dari masing-masing wilayah BKPH tersebut ada tanaman pohon Pinus. Namun, tanaman Pinus terbanyak dan terluas berada di wilayah BKPH Senduro.

"Dari sekian banyak tanaman pinus yang ada di SKPH Lumajang, hasil produksi getah pinus terbanyak berasal dari wilayah BKPH Senduro Mas," imbuhnya.

Marhaendro menambahkan, di tahun 2021 ini pihaknya berencana akan melakukan peremajaan terhadap tanaman pohon Pinus di semua wilayah SKPH Lumajang. hal ini dilakukan agar kedepan produksi getah semakin meningkat tajam dan tidak bertahan di angka 426 ton.

“Upaya peremajaan tanaman yang akan kita lakukan tidak lain untuk meningkatkan hasil produksi getah agar tidak hanya berada di angka 426 ton saja,” imbuhnya.

"Kalau musim kemarau panjang, produksi getah bagus karena hasilnya banyak. Sebaliknya jika musim hujannya panjang, produksi getah juga akan berkurang," sambungnya.

Selain itu pihaknya juga gencar memberikan pembinaan kepada masyarakat yang tergabung ke dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di masing-masing BKPH agar tetap menjaga kelestarian pohon Pinus. (cho)