Selingkuhi Istri Orang, Pemuda Asal Purworejo Babak Belur Dihakimi Warga



Selingkuhi Istri Orang, Pemuda Asal Purworejo Babak Belur Dihakimi Warga
Pelaku ketika diamankan petugas
Lumajang, Motim - Kepergok berduaan dengan istri orang di dalam kamar, Moh Aris (25), warga Desa Purworejo, Kecamatan Senduro, babak belur dihakimi warga. Beruntung polisi segera datang kemudian pemuda sial itu diamankan menuju Polsek Senduro.

Selain itu dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sebilah celurit milik bersangkutan. Peristiwa itu terjadi di Dusun Wonorejo, Desa Kandang Tepus, Kecamatan Senduro, pada Sabtu (9/1/2021) dini hari.

Kapolsek Senduro, AKP Joko Wintoro saat dikonfirmasi Memo Timur menuturkan, pagi sekitar pukul 03.00 WIB, seperti biasa Arifin (36), warga Kandang Tepus, berangkat untuk memeras susu sapi. Sedang istrinya, sebut saja Bunga tetap berada di rumahnya.

Kesempatan itu dimanfaatkan oleh Moh Aris. Sambil membawa celurit, dia masuk ke rumah Arifin menemui Bunga di kamarnya. Sedang celuritnya oleh pemuda itu ditaruh di atas dipan ruang belakang.
Selingkuhi Istri Orang, Pemuda Asal Purworejo Babak Belur Dihakimi Warga

Dasar lagi sial, saat pemuda tersebut berada di kamar bersama Bunga, Arifin datang hendak berganti kaos kaki karena basah. Melihat ada celurit yang bukan miliknya, oleh Arifin diambil lalu dipegang sambil memanggil istrinya.

Beberapa saat kemudian, istrinya keluar dengan wajah seperti orang kebingungan. Tiba-tiba pemuda itu keluar berusaha merampas celurit tersebut dan berhasil, lalu disabetkan ke arah Arifin, namun berhasil ditangkis dengan mendorong pelaku.

Merasa terancam, Arifin lari keluar rumah sambil berteriak minta tolong. Warga yang mengetahui hal itu ramai-ramai mendatangi rumah Arifin lalu menangkap pemuda tersebut.

"Saat pemuda itu kami tanya apakah sempat berhubungan layak suami istri dengan istri Arifin, dia menjawab sempat," ungkapnya.

Menurut keterangan pemuda itu, kenal dengan Bunga yakni istri Arifin itu melalui media sosial setahun yang lalu. Mungkin, antara pelaku ini dengan Bunga sudah ada janjian.

"Pemuda itu sudah kami tahan. Perbuatannya dijerat pasal 335 KUHP tentang ancaman kekerasan sub UU Darurat No 12 tahun 1951 tentang senjata tajam," pungkas Joko.(cho)