Tak Semua Jajaran Forkopimda Lumajang Jalani Vaksinisasi

Tak Semua Jajaran Forkopimda Lumajang Jalani Vaksinisasi
Ketua DPRD Lumajang disuntik vaksin Covid-19. (fit)
Lumajang, Motim - Pencanangan vaksinisasi Covid-19 di Kabupaten Lumajang mulai dilaksanakan, Kamis (28/1/2021) di Pendopo Arya Wiraraja. Pencanangan ini diikuti jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Lumajang. Ditambah sejumlah pejabat, tokoh agama, dan pimpinan organisasi kesehatan.

Sebelum disuntik vaksin, sebanyak 12 calon penerima vaksin menjalani screening kesehatan. Untuk memastikan apakah mereka memenuhi persyaratan bisa divaksin atau tidak. Hasilnya, ternyata hanya ada 4 orang diantaranya yang bisa mendapatkan vaksin. Tak semua jajaran Forkopimda Lumajang bisa divaksin.

Keempat orang tersebut adalah Ketua DPRD Lumajang, Anang Akhmad Syaifuddin, Dandin 0821 Letkol Inf. Andi Andriyanto Wibowo, S.Sos, M.I.Pol., Ketua PCNU Lumajang, KH Muhammad Mas'ud, dan Plt Kepala Kemenag Lumajang, Santoso.

Kepala Dinas Kesehatan Lumajang Bayu Wibowo menyampaikan, memang ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi sebelum menerima vaksin. Jika belum memenuhi persyaratam, orang tersebut tidak boleh divaksin. Sehingga tak semua jajaran Forkopimda bisa menjalani vaksinisasi.

“Yang pernah menderita Covid-19, punya penyakit tertentu, pernah kontak erat dengan penderita Covid-19 tidak bisa divaksin,” ujarnya.

Ketua DPRD Lumajang, Anang Akhmad Syaifuddin usai disuntik vaksin menyampaikan, tidak ada gejala apapun setelah divaksin. “Tidak ada keluhan apa-apa, masih sehat walafiat, tidak ada pusing, ngantuk,” ucapnya.

Ia pun menghimbau masyarakat agar tidak khawatir dengan adanya vaksinisasi. “Ayo sambut vaksin ini dengan riang gembira. Saya penerima vaksin ini, tidak ada rasa apapun. Vaksin ini aman dan halal,” ungkap dia.

Selanjutnya, kata dia, rekan sejawatnya juga harus siap untuk divaksin. “Setelah yang prioritas, semua anggota dewan harus (divaksin),” pungkasnya.

Bupati Lumajang ,Thoriqul Haq juga mengimbau pada masyarakat agar tidak takut untuk divaksin. “Tidak perlu berpikiran aneh-aneh, tidak perlu takut,” himbaunya. (fit)