Abang Becak dan Tukang Sapu Prihatin Kondisi Jalan Banyak Berlubang

Abang Becak dan Tukang Sapu Prihatin Kondisi Jalan Banyak Berlubang
Mulyono ketika sibuk menambal jalan berlubang.(cw7)
Lumajang, Motim - Sisihkan rejeki dari hasil narik becak, Mulyono (55), warga Desa Kebonagung, Kecamatan Sukodono tambal jalan berlubang. Jalan yang ditambalnya kali ini adalah jalan Argopuro, Kelurahan Tompokersan, Kecamatan Lumajang.

Melihat jalan berlubang yang kerap makan korban, dirinya merasa terpanggil untuk memperbaiki. Apabila dibiarkan terus, jalan berlubang itu akan semakin dalam dan lebar. Tentunya kondisi tersebut juga mengancam keselamatan pengguna jalan.

Kepada Memo Timur ia menyampaikan, sebelumnya ia hanya menambal jalan berlubang menggunakan tanah dan batu, namun tidak bertahan lama. “Klo cuma diisi batu dan tanah, ya cuma sebentar. Pas ada mobil yang lewat, khawatir batunya mencelat (terpelanting, red),” jelas Mulyono usai menambal jalan, Minggu (21/2/21).

Berbekal timba untuk mengangkut air, cetok dan semen, Mulyono dengan cepat menambal jalan aspal yang menganga itu. Untuk campuran pasir, ia mengambil di tepian jalan ala kadarnya. Setelah ditambal semen, Mulyono menutupinya dengan menggunakan sak. “Sebentar lagi langsung keras, bisa dilewati,” ucapnya.

Pada kesempatan lain, Khamim (60), warga Kutorenon, Kecamatan Sukodono yang kesehariannya sebagai tukang sapu di salah satu hotel ternama di Lumajang bercerita jika dirinya pernah didatangi petugas Dinas Perhubungan dan Polisi Lalu Lintas. Ia didatangi petugas ketika mengecat ruas jalan Gatot Subroto sampai jalan Letjend Sunandar Priyo Sudarmo.

Karena banyaknya jalan yang bergelombang dan berlubang, apalagi dibiarkan dalam waktu cukup lama. Khamim merasa prihatin dengan kondisi itu, sehingga ia berinisiatif untuk memberi tanda di setiap jalan yang berbahaya.

“Di bundaran pancasila ini parah jalannya, dulu sering saya tambal dengan semen. Klo ada rejeki saya belikan cat pilox, untuk menandai jalan yang berlubang dan bergelombang. Tapi skarang ndak wes, takut didatangi petugas lagi,” ucap Khamim.

Disinggung kenapa sampai didatangi petugas, ia menyampaikan jika petugas yang mendatangi dirinya saat itu mempertanyakan perihal perbuatannya yang memberi tanda di jalan berlubang. “Waktu itu ditanyai, disuruh siapa pak? Ya saya jawab, inisiatif sendiri, gitu!,” serunya.

Semenjak didatangi petugas, ia mengaku tak mau lagi ikut campur mengurusi jalan berlubang. “Sekarang ndak wes, takut. Klo ada yang kecelakaan karena jalan berlubang, ya saya bantu,” tutupnya.(cw7)