Banjir di Sebagian Wilayah Surut, Warga Mulai Bersih-bersih

Warga mulai bersihkan rumah. (cho)
Lumajang, Motim - Banjir merendam sejumlah wilayah di Lumajang, sejak Sabtu (27/2/2021) malam. Kini, Minggu (28/2/2021) pagi, di sebagian wilayah terpantau air sudah surut.

Seperti di wilayah Desa Selokbesuki Kecamatan Sukodono misalnya. Warga yang semula mengungsi ke rumah kerabatnya atau masjid, sudah kembali ke rumahnya masing-masing.

Warga pun terlihat sudah membersihkan rumahnya. Pasalnya banjir banyak membawa kotoran sampah dan lumpur.

Warga setempat, Ustadz Sahroni pada Memo Timur menceritakan, air masuk ke dalam rumahnya mulai pukul 23.00 WIB saat dirinya bersama keluarga sedang tidur.

"Saya dibangunkan anak ngomong jika rumah dimasuki banjir. Saya langsung bangun dan kaget air cukup deras masuk rumah," ucapnya.

Melihat air semakin deras dirinya mengajak anak istrinya mengungsi ke Masjid naik ke lantai dua. Ternyata di masjid sudah banyak warga mengungsi.

"Banjir genangi jalan Soekarno Hatta. Saya melihat dari atas masjid Mas," katanya lagi.

Menjelang subuh dirinya melihat air mulai surut, dirinya dan warga pun memberanikan pulang ke rumah.

"Rumah berisi sampah bercampur lumpur dan perabotan rumah semisal kursi, lemari, dipan, dan peralatan dapur kondisinya seperti ini wes. Ada yang rusak ada yang tidak," jelasnya.
Memo Timur ikut bantu bersihkan rumah warga. (cw7).

Sementara, banjir masih menggenangi pemukiman warga di Perumahan Biting Desa Kuterenon Kecamatan Sukodono

Mantan Kabid Binadik Lapas Kelas IIB Lumajang Martono yang juga warga setempat mengatakan, rumahnya saat ini masih terendam banjir. Ia pun harus mengungsi ke ke rumah anaknya di seputaran Taman Toga Lumajang.

Namun Ia terus memantau perkembangan banjir di rumahnya. "Barusan saya melihat rumah masih terendam air setinggi kurang lebih 70 cm. Kata orang ini banjir terparah sejak 25 tahun terakhir," tambahnya.

Banjir tersebut terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Lumajang. Sehingga Sungai Kaliasem dan Bonduyo meluap ke pemukiman warga. (cw7/cho)