BPBD Lumajang: Diperkirakan 500 KK Terdampak Banjir

BPBD Lumajang: Diperkirakan 500 KK Terdampak Banjir
Petugas menggunakan perahu karet ketika mendistribusikan bantuan makanan.(cw7)
Lumajang, Motim - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang melaporkan, ada 7 desa yang paling terdampak banjir. Dari 7 desa tersebut, 2 diantaranya yang paling parah. Yakni Desa Kutorenon dan Selokbesuki di Kecamatan Sukodono.

"Di Perumahan Biting (Desa Kutorenon) tinggi air sekitar 2 meter awalnya, sekarang sudah surut tapi masih ada genangan," kata Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Lumajang, Wawan Hadi Siswoyo, Minggu (28/2/21).

Untuk sementara, pihaknya memperkirakan ada ratusan Kepala Keluarga (KK) yang terdampak banjir akibat luapan sungai itu. "Kurang lebih sekitar 500 KK yang ikut terdampak," ujarnya.

Untuk menangani kejadian tersebut, BPBD telah menerjunkan 3 buah perahu karet untuk mengevakuasi warga di perumahan Biting. Juga mengirim air bersih sebanyak 4 tangki.

Selain di Desa Kutorenon dan Selokbesuki, banjir juga menerjang Desa Blukon Kecamatan Lumajang, Desa/ Kecamatan Tekung, Desa Bondoyudo, Kelurahan Tompokersan dan Desa Senduro.

Sedangkan Desa Darungan, Kecamatan Yosowilangun dan Rowokangkung yang setiap tahunnya mengalami banjir ketika hujan, saat ini kondisinya aman. "Yang terdampak banjir semalam, semuanya yang lokasinya berdekatan dengan sungai. Sedangkan Rowokangkung dan Darungan kondisinya aman," jelas Wawan.

Seperti diketahui, hujan deras yang terjadi Minggu (27/2/2021) sore hingga malam, membuat sejumlah sungai meluap. Akibatnya air meluber dan merendam pemukiman yang ada di sekitarnya. (cw7/fit)