BPS Sebut Peningkatan IPM Lumajang Melambat

Rapat Koordinasi Percepatan IPM Kabupaten Lumajang. (*)
Lumajang, Motim - Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Lumajang terbilang rendah di Jawa Timur. Upaya peningkatan IPM terus dilakukan oleh Pemkab Lumajang. Namun pihak Badan Statistik (BPS) Lumajang menyebut, peningkatan IPM Lumajang melambat di tahun 2020.

"Peningkatan IPM Kab Lumajang Tahun 2020 melambat dibandingkan tahun sebelumnya, hal ini dikarenakan komponen daya beli menurun," kata Kepala BPS Lumajang Mudji Setijo ketika Rapat Koordinasi Percepatan IPM Kabupaten Lumajang Tahun 2021 di Kantor Bappeda Kabupaten Lumajang, Kamis (4/2/2021).

Ia menjelaskan, salah penyebab melambatnya peningkatan IPM Lumajang karena terjadi penurunan daya beli masyarakat. Karena angka IPM dipengaruhi oleh tiga indikator. Yakni dari dimensi kesehatan, pendapatan, dan pengetahuan yang dipengaruhi oleh harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah.

Sementara Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan, perlu adanya sinergi dan kerja sama semua stakeholder untuk percepatan pertumbuhan IPM Lumajang. "Memerlukan sebuah sinergi dan kerja sama dengan baik, tidak boleh ada PD (Perangkat Daerah, red) yang tidak mengerti harus mengerjakan apa untuk percepatan pertumbuhan IPM ini," ujarnya.

Saat ini IPM Lumajang masih berada pada peringkat 3 dari bawah di Provinsi Jawa Timur. Oleh karena itu, kata Indah, sangat dibutuhkan adanya kerja keras dan kerja sama dari seluruh Perangkat Daerah dan Stakeholders terkait, agar percepatan pertumbuhan IPM di Lumajang semakin didongkrak.

"Saya tidak ingin PD hanya beranggapan bahwa indeks pendidikan hanya Dinas Pendidikan, indeks kesehatan hanya Dinas Kesehatan, kalau yang terjadi seperti itu, maka hanya stagnan, semua PD dan Stakeholder terkait harus bekerja keras," katanya. (fit)