Cabuli Bocah Ingusan, Pedagang Buah Dijebloskan ke Rutan

Cabuli Bocah Ingusan, Pedagang Buah Dijebloskan ke Rutan
Pelaku saat memberikan keterangan kepada media di hadapan Kasat Reskrim.(cw7)
Lumajang, Motim - Satuno (49), warga Desa Kedungjajang, Kecamatan Kedungjajang ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Lumajang, karena mencabuli Kencur (6), Kamis (4/2/21).

Kasat Reskrim, AKP Masykur, SH kepada media menyampaikan, awalnya ibu korban melaporkan pelaku ke unit PPA. Dalam laporannya, ibu korban menyampai jika anaknya itu menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh pelaku dengan cara memasukkan jarinya ke dalam kemaluan korban.

“Pelaku melancarkan aksi bejadnya saat memijat korban, ketika tidak ada pengawasan dari keluarga korban,” ucap Kasat Reskrim.

Sedangkan pelaku mengaku tidak sengaja memasukkan jarinya ke kemaluan korban karena licin. Saat korban mengaduh kesakitan, pelaku menghentikan aksi bejadnya itu.

Pelaku mengaku sudah 8 tahun menjalani profesi jadi tukang pijat juga berjualan di pasar. Profesi tersebut ia jalani untuk menghidupi 4 anak dan istrinya yang mengalami keterbelakangan mental.

“Anak saya 4 masih kecil-kecil, perempuan. Istri Saya tidak bisa bekerja karena pikirannya terganggu,” kata Satuno.

Informasi yang berhasil dihimpun oleh Memo Timur, Satuno dulunya pernah menjadi guru ngaji di lingkungannya. Kepada warga setempat, pelaku mengaku melakukan semua itu (memasukkan jari ke kemaluan korban) karena korban mengeluh tidak bisa buang air kecil.

“Pelaku kita jerat dengan undang undang perlindungan anak, dengan ancaman 12 tahun penjara,” pungkas Kasat Reskrim.

Sebelumnya, pedagang buah dilaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Lumajang karena diduga melakukan pencabulan terhadap anaknya.(cw7/cho)