Dipecat Sepihak, Warga Veteran Tuntut Keadilan Sampai ke Polres

Dipecat Sepihak, Warga Veteran Tuntut Keadilan Sampai ke Polres
Slamet saat berada di halaman Polres Lumajang.(cw7)
Lumajang, Motim - Merasa diperlakukan tidak adil oleh pemilik usaha di tempatnya bekerja, Slamet (66), warga jalan Veteran, Kelurahan Tompokersan, Kecamatan Lumajang mendatangi Polres Lumajang untuk mencari keadilan. Dirinya nekat mendatangi Polres Lumajang, setelah upayanya mengadukan nasibnya ke Dinas Ketenaga Kerjaan (Disnaker) tidak membuahkan hasil.

Kepada Memo Timur dia mengaku diberhentikan secara sepihak oleh pemilik gudang Asia Transport, yang berlokasi di Jalan Letkol Slamet Wardoyo, Desa Labruk Lor, Kecamatan Lumajang terhitung sejak tanggal 3 Februari 2021. Padahal ia sudah bekerja di gudang tersebut selama 25 tahun, dengan gaji yang sangat minim.

Slamet mengaku mau berhenti kerja apabila gudang tempatnya bekerja itu ditutup alias tidak beroperasi lagi. “Juragan saya itu ngomong, alasannya karena sepi makanya saya dipecat. Ya saya bilang, kalo gudang itu ditutup yo saya akan berhenti, tapi kalo gudang itu masih buka, saya akan tetap masuk,” katanya saat ditemui Memo Timur di halaman Polres Lumajang, Senin (22/2/21).

Meski telah bekerja sangat lama, ia mengaku belum menerima pesangon setelah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) itu. Apalagi upah yang ia terima selama bekerja sangat jauh dari Upah Minimum Regional (UMR).

“Gaji saya itu loh cuma 850 ribu per bulan baru 2 tahun ini, klo sebelumnya cuma 600 ribu. Sangat jauh dari UMR,” keluhnya.

Kasi Pelayanan Perselisihan Industrial Disnaker, M. Gafur menuturkan pengaduan ini sudah difasilitasi untuk mediasi, namun Andre selaku anak dari pemilik gudang tidak menghadiri undangan yang dilayangkan oleh Disnaker.

“Disnaker sudah berkirim surat ke Pak Andre dan Bapak Slamet, sudah 3 kali klo nggak salah. Namun Pak Andre belum bisa memenuhi undangan tersebut,” jelasnya.

Gafur menambahkan, pihaknya akan memberikan batas waktu kepada pihak pemilik gudang supaya mengindahkan persoalan tersebut sebelum bulan Februari berakhir. “Sudah kami ingatkan yang bersangkutan, bila ada waktu supaya menghubungi Disnaker untuk dipertemukan dengan Bapak Slamet ini,” tutup Gafur.(cw7/cho)