Memo Timur Gandeng Sejumlah Media dan Kontraktor akan Bantu Rehab Rumah Sutarni

Kondisi rumah Sutarni. (fit)
Lumajang, Motim - Sutarni, seorang nenek yang hidup sebatang kara di rumah tak layak huni yang mirip sebuah gubuk. Nenek berusia 75 tahun itu tinggal sendiri di rumah yang berada di RT 01 RW 05 Dusun Suko II Desa/Kecamatan Sumbersuko.

Sudah setahun ini, Sutarni tinggal di rumah yang berdiri di tengah perkebunan itu. Rumah yang terbuat dari kayu dan bambu itu jauh dari pemukiman warga.

Hanya ada satu kamar di rumah itu, tempat istirahat Sutarni. Tidak ada kamar mandi. Namun di belakang rumahnya ada sumur dan sebuah bak air, serta pagar penutup dari bambu seadanya.

Sutarni mengaku, untuk menucukupi kebutuhan sehari-hari Ia bekerja sebagai pembantu di salahsatu rumah warga. Ia setiap hari pergi ke sana dengan berjalan kaki cukup jauh.

Memo Timur bersama Radio Semeru FM dan Harian Merdeka Post serta komunitas ERCI dan Foward telah datang ke sana, Rabu (10/2/201). Mereka memberikan bantuan paket sembako dan uang tunai.

Kepala Biro Memo Timur Lumajang, Mujibul Choir menyampaikan, setelah melihat langsung rumah tersebut, memang Sutarni sangat butuh bantuan untuk renovasi rumahnya. Sehingga Ia ingin membantu agar rumah itu segera direnovasi.

"Rencana kita dalam waktu dekat akan menggandeng salah satu kontraktor Lumajang untuk rehab rumah nenek Sutarni supaya menjadi rumah layak huni," kata Choir.
Ada informasi jika dari pihak TNI dan Baznas Lumajang akan merenovasi rumah tersebut. Sehingga dirinya juga ingin tetap bisa membantu dengan bersama-sama merenovasi rumah itu.

"Kita akan berkoordinasi dengan TNI dan Baznas, berharap ada kesamaan sehingga bareng menggarapnya," ucapnya.

Selain Memo Timur, Radio Semeru FM, Merdeka Post, ERCI Jember Raya Chapter, dan Forward, Ia juga mengajak media atau komunitas lainnya untuk ikut membantu. "Misalkan teman media lain mau gabung kami membuka pintu lebar demi sebuah kebersamaan," pungkasnya.

Ketua RT setempat, Asropin menyampaikan, Ia membantu mengurus dokumen kependudukan Sutarni. Agar bisa mendapatkan bantuan. Saat ini Sutarni sudah mendapat Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Ia menegaskan, rumah tersebut berdiri di lahan Sutarni sendiri. "Sebelumnya Ia tinggal sama saudaranya. Kemudian tinggal sendiri di situ," ucapnya.

Sementara pihak Kecamatan Sumbersuko, ketika dikonfirmasi Memo Timur, mengatakan, sudah mengetahui keberadaan nenek sebatang kara itu. "Informasi yang kami terima, sudah setahun tinggal di sana," kata Sekcam Sumbersuko Isaac Hardi Yuwono.

Ia juga membenarkan, jika pihak TNI dan Baznas Lumajang akan membantu merenovasi rumah Sutarni. "Kalau dari pemerintah, kita tunggu dari TNI dan Baznas, agar tidak tumpang tindih bantuannya," pungkasnya. (fit)