Permintaan Menurun, Sentra Kerajinan Emas dan Perak akan Dieksiskan Lagi

Permintaan Menurun, Sentra Kerajinan Emas dan Perak akan Dieksiskan Lagi
Salahsatu pengrajin emas dan perak.
Lumajang, Motim - Desa Pulo, Kecamatan Tempeh dikenal sebagai sentra kerajinan emas dan perak. Namun akhir-akhir ini eksistensinya mulai menurun. Bahkan sejumlah pengrajin, ada penurunan permintaan. Pemkab Lumajang pun berupaya agar sentra kerajinan tersebut bisa kembali eksis.

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq pun telah berkunjung ke sana. Ia ingin kembalikan eksistensi sentra kerajinan emas dan perak tersebut. Tak hanya di Desa Pulo, juga banyak pengrajin serupa di Desa Gesang dan Jokarto.

Seperti diketahui, produk dari sentra tersebut, tidak hanya mampu memenuhi stok di Lumajang saja, keindahan logam buatan masyarakat setempat laku di luar kota hingga mancanegara. "Pemerintah akan terus mengawal dan memfasilitasi bila mana ada kendala terkait pemasaran hasil pengrajinan emas dan perak," ujar bupati.

Bupati menyadari bahwa sektor kerajinan emas dan perak cukup terhantam akibat pandemi Covid-19. Sepinya pariwisata cukup berpengaruh terhadap penjualan kriya emas dan perak.

Saat berkunjung ia menangkap peluang kreasi perak rantai beskap untuk aksesoris Pakaian Khas Lumajang. Menurutnya, apabila ASN turut mengenakan aksesoris tersebut, Ia optimis akan turut mendongkrak kembali produksi kerajinan perak di Lumajang.

"Kalau ASN memakai kerajinan perak ini untuk setiap tanggal 15 (penggunaan Pakaian Khas Lumajang) Saya kira geliat perak di sini akan kembali," ujarnya. (fit)