Resmob Lumajang diback up Jatanras Polda Jatim Gulung Gembong Curat 23 TKP

 

Resmob Lumajang diback up Jatanras Polda Jatim Gulung Gembong Curat 23 TKP
Pelaku Salim saat diamankan

Lumajang, Motim - Tim Resmob Polres Lumajang patut diacungi jempol. Betapa tidak, pada Sabtu (13/2/21), sekira pukul 01.00 WIB, berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan 23 Tempat Kejadian Perkara (TKP) diback up Tim Jatanras Polda Jatim.

Dalam pengungkapan itu petugas gabungan juga menangkap seorang pria bernama Salim, warga Desa Salak, Kecamatan Randuagung.

Sejumlah barang diamankan diantaranya 1 unit sepeda motor Honda Beat Nopol N 3847 UX, 1 unit sepeda motor Honda CBR Nopol N 2274 XU, 1 buah kunci T dengan 3 mata kunci, 1 buah celurit dan 3 buah tang juga 3 buah obeng.

Kapolres Lumajang, AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.IK., M.Si melalui Paur Subbag Humas, Ipda Andreas Shinta mengatakan, awalnya terjadi pencurian dengan pemberatan yang menimpa SA, warga Desa Klakah, Kecamatan Klakah pada 21 Juni 2020 dan kejadian dilaporkan ke Polsek Klakah.

Setelah dilakukan proses penyelidikan diperoleh petunjuk apabila pelakunya Salim. Kemarin Tim Resmob mendapat informasi jika Salim tengah berada di rumahnya. Takut kehilangan lagi, Tim Resmob diback up Tim Jatanras Polda Jatim menggerebek rumahnya dan berhasil menangkap Salim dengan tindakan tegas terukur.

Saat diinterogasi Salim mengakui perbuatannya. Salim juga mengaku tidak bekerja sendirian. Melainkan dibantu 3 temannya masing-masing berinisial N, M dan I.

"Pelaku berinisial N sudah ditangkap lebih dulu, dua pelaku lain masih diburu oleh Tim Resmob dipastikan tidak lama lagi pelaku segera tergaet," tutur Shinta.

Modus operandi pelaku dengan merusak gembok gerbang rumah korban menggunakan kunci palsu, kemudian masuk rumah merusak engsel dan grendel jendela, setelah berhasil pelaku masuk ke ruang tamu dan mengambil 3 unit sepeda motor dengan merusak kunci motor lalu kabur.

"Pelaku Salim ditindak tegas terukur, karena berusaha kabur dengan cara melawan petugas," katanya.

Setelah dikembangkan, ternyata Salim mengaku jika sebelumnya pernah melakukan hal yang sama di 22 TKP lain, diantaranya TKP wilayah Desa Ranubedali, Kecamatan Ranuyoso 1 unit Honda CBR 150, TKP wilayah Desa Ranubedali 1 unit Honda Supra 125.

TKP wilayah Desa Randuagung, Kecamatan Randuagung 1 unit Honda Beat, TKP wilayah Desa Ledoktempuro, Kecamatan Randuagung 1 unit Honda Beat dan TKP Desa Ranubedali Kecamatan Ranuyoso 1 unit Honda CBR 150.

TKP Desa Kalipenggung, Kecamatan Randuagung 1 Honda Beat, TKP Desa Gedangmas, Kecamatan Randuagung 1 Honda Beat, TKP Desa Ranulogong, Kecamatan Randuagung 1 Honda Supra 125, TKP Desa Ranulogong 1 unit Honda Beat.

TKP Desa Umbul, Kecamatan Kedungjajang 1 unit Honda Mega Pro, TKP Desa/Kecamatan Randuagung 1 unit Honda Supra 125, TKP Perumahan Tekung, Kecamatan Tekung 1  unit Honda Vario, TKP Desa Labruk Kidul, Kecamatan Sumbersuko 1 unit Honda CBR.

TKP Kelurahan Jogoyudan, Kecamatan Kota Lumajang 1 unit Honda Revo, TKP Kelurahan Citrodiwangsan Kecamatan Kota Lumajang 1 unit Honda Beat, TKP Desa Sumberejo, Kecamatan Sukodono 1 unit Yamaha Mio, TKP Desa Dawuhan, Kecamatan Sukodono 1 unit Honda Vario, TKP Desa Ranulogong, Kecamatan Randuagung 1 unit Honda Beat.

Dan 3 TKP wilayah Desa Klanting, Kecamatan Sukodono pelaku mencuri 2 unit Honda Beat dan 1 unit Honda Vario.

"SL bersama komplotannya itu mengaku sudah beraksi 23 TKP," jelasnya.(cw7/cho)