Selisih Sejam, Pengedar dan Pengguna Shabu Diciduk di Sukodono

Selisih Sejam Pengedar dan Pengguna Shabu Diciduk di Sukodono
Kedua pelaku ketika diamankan di Polres Lumajang
Lumajang, Motim - Unit Opsnal Sat Resnarkoba Polres Lumajang berhasil ungkap 2 kasus tindak pidana Narkotika jenis Shabu dengan 2 tersangka.

Hanya selisih satu jam, tim opsnal berhasil mengamankan terduga pengedar dan pengguna di lokasi berbeda pada hari Kamis (25/2/21).

Kasat Resnarkoba, AKP Ernowo, SH. menyampaikan, pihaknya menerima informasi dari masyarakat, apabila di lingkungan lokasi penangkapan itu terdapat seseorang yang diduga memiliki, menyimpan atau pun menggunakan narkotika jenis shabu.

Tak mau kecolongan, tak lama kemudian sekira pukul 11.00 WIB pihaknya langsung mengecek kebenaran informasi tersebut dan ternyata benar.

Petugas langsung menggerebek rumah W, warga Dusun Laspoleng, Desa Selokgondang, Kecamatan Sukodono.

Selain berhasil mengaman W, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti (BB) berupa sebuah plastik klip ukuran sedang yang berisi 1 buah plastik klip ukuran kecil berisi shabu seberat 0,26 gram. 2 unit timbangan digital warna hitam merk Camry dan HWH.

Seperangkat alat hisap shabu yang masih terdapat sisa pembakaran shabu, sebuah korek api gas warna merah dan sebuah sendok sabu.

Kemudian pelaku yang berinisial W (27), terus digelandang menuju Polres Lumajang.

Setelah dikembangkan, ternyata W mengaku jika barang haram itu dibeli dari MT (42) warga Desa Mlawang, Kecamatan Klakah.

Sekira pukul 12.00 WIB. petugas berhasil mengamankan pelaku berinisial MT di rumah istrinya di Dusun Duren, Desa Dawuhan Lor, Kecamatan Sukodono.

Dari tangan MT petugas mengamankan sebuah kotak sarung bertuliskan Cendana yang berisi 3 bendel plastik klip ukuran sedang, 3 buah plastik klip ukuran sedang, sebuah selang plastik sambungan leter L dan 3 buah sendok shabu.

Tiga buah plastik klip ukuran sedang yang berisi shabu dengan berat kotor 1,20 gram, 1,18 gram dan 1,06 gram. 2 buah plastik klip ukuran sedang bekas tempat shabu yang masih ada sisa shabu, sebuah timbangan digital warna hitam merk Camry dan sebuah dompet warna hitam berisi 6 plastik klip ukuran sedang bekas shabu dan sebuah sendok shabu warna hijau

Seperangkat alat hisap shabu yang masih ada sisa pembakaran shabu, korek api gas warna hijau, 1 buah kompor alat hisap shabu yang terbuat dari botol kaca kecil bertuliskan Kandistatin. 4 buah pivet kaca dan sebuah plastik klip ukuran sedang berisi shabu dengan berat kotor 0,46 gram, dengan total keseluruhan berat shabu sebanyak 3,9 gram.

“Inisial W ini hanya pemakai, setelah dikembangkan ternyata shabu tersebut diperoleh dari MT yang diduga sebagai pengedar,” jelas Kasat Resnarkoba.(cw7)