Seluruh Ketua RT/RW di Lumajang Diharapkan Dapat Jaminan Ketenagakerjaan

Wabup ketika menemui pihak BPJS Ketenagakerjaan dalam penyerahan santunan. (*)
Lumajang, Motim - Pemkab Lumajang terus mengupayakan agar pelayan publik hingga tingkat bawah mendapat jaminan ketenagakerjaan. Sebelumnya, perangkat desa sudah tercakup dalam BPJS Ketenagakerjaan.

Selanjutnya, Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati beharap agar seluruh Ketua RT/RW yang ada juga dapat diikutikan BPJS Ketengakerjaan juga. Di Lumajang, jumlah Ketua RT/RW ada sekitar 9 ribu.

Namun Wabup menegaskan, mungkin untuk tahun ini, hal itu masih belum terealisasi. Pasalnya, anggaran mengalami pemotongan akibat pandemi Covid-19. Sehingga kata Indah, hal itu, bisa dilaksanakan pada tahun depan.

Ia menegakan, ada banyak manfaat yang diterima oleh warga yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Diantaranya mendapat jaminan kecelakaan kerja dan kematian kepada ahli waris.

Contohnya, ada Kepala Dusun di Desa Kaliboto Lor Kecamatan Jatiroto yang meninggal dunia. Kemudian santunan diberikan kepada istri yang ditinggalkan. Santunan yang diterima mencapai Rp. 118 juta.

"Kami mengapresiasi dan menyambut baik komitmen BPJS Ketenagakerjaan yang telah memberikan santunan jaminan kecelakaan kerja dan kematian kepada ahli waris perangkat desa, dan pihak keluarga juga diharapkan ikhlas serta tabah menerima takdir dari Allah SWT,” kata Wabup ketika menemui pihak BPJS Ketenagakerjaan dalam penyerahan santunan tersebut.

Indah menegaskan, iuran dalam BPJS Ketenagakerjaan ini sangat murah, akan tetapi kalau ada yang mengalami kecelakaan kerja maupun kematian dapat memberikan santunan yang luar biasa, supaya bisa meringankan para anggotanya.

Selanjutnya, Wabup berpesan kepada keluarga korban agar menggunakan dana jaminan sosial tersebut sebaik-baiknya, terutama untuk usaha keluarga yang ditinggalkan agar dapat menambah penghasilan atau untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Saya sedih sekaligus senang, karena keluarga yang ditinggalkan mempunyai perlindungan dan uangnya tidak kecil tetapi cukup untuk melanjutkan hidup. Contoh kecil pekerja di rumah dinas meninggal, tidak lama santunannya keluar dengan jumlah yang di luar dugaan, padahal kepesertaannya belum ada 1 tahun," ujarnya. (fit)