23 Hari Berlalu, Tewasnya Paranormal Asal Kebonsari Masih Misteri

23 Hari Berlalu, Tewasnya Paranormal Asal Kebonsari Masih Misteri
Kondisi rumah korban sesaat setelah pembacokan terjadi.(rus)
Lumajang, Motim - Sudah 23 hari berlalu sejak peristiwa tewasnya Sumarno, warga Dusun Curah Jeruk, Desa Kebonsari, Kecamatan Sumbersuko hingga kini masih menjadi misteri. Upaya yang dilakukan Polsek Sumbersuko dalam mengungkap kasus tersebut belum membuahkan hasil, sedangkan masyarakat berharap supaya kasus itu segera terungkap.

Kapolsek Sumbersuko, AKP Edi Santoso, SH kepada Memo Timur mengatakan jika pihaknya sudah melakukan gelar pra rekonstruksi untuk mensinkronkan keterangan dari para saksi.

Sejauh ini pihaknya masih menggali keterangan dari 4 orang saksi dalam peristiwa tersebut.

“Hal ini kita lakukan untuk meyakinkan apa saja yang dibawa oleh pelaku, karena keterangan dari saksi-saksi belum sama,” terang Kapolsek Sumbersuko ketika dihubungi via selulernya, Rabu (17/3/21) pagi.

Lanjutnya, sementara keterangan dari istri korban mengaku tidak melihat jelas apa yang dipegang pelaku saat melancarkan aksinya. Padahal saksi yang berada di depan rumah melihat pelaku membawa sepotong bambu sepanjang tongkat.

“Kesulitannya karena tidak ada saksi kunci, sedangkan saksi yang ada masih bungkam,” terangnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga mendapat informasi di lapangan namun setelah dilakukan lidik ternyata informasi tersebut nihil.

Sebelumnya, warga Dusun Curah Jeruk, Desa Kebonsari, Kecamatan Sumbersuko gempar setelah Sumarno (60), warga setempat ditemukan tewas bersimbah darah di dalam kamarnya dengan kondisi leher nyaris putus.

Informasi yang berhasil diperoleh Memo Timur di sekitar lokasi kejadian menjelaskan, mayat korban pertama kali ditemukan oleh Suwarsini yang tak lain istri korban. Melihat hal itu spontan dia berteriak keras minta tolong.(rus)