Barongan Bambu Penyebab Sumbatan di Jembatan Jatisari-Tempursari

Barongan Bambu Penyebab Sumbatan di Jembatan Jatisari-Tempursari
Proses pengerukan sumbatan di bawah jembatan Desa Jatisari-Tempursari.(rus)
Lumajang, Motim - Jembatan yang menghubungkan antara Desa Jatisari-Tempursari, Kecamatan Kedungjajang mulai ditangani Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dengan menerjunkan alat berat. Alat berat yang diterjunkan jenis excavator (Bego) yang berukuran kecil.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Lumajang, Indra Wibowo Leksana ketika ditemui Memo Timur di ruang kerjanya menyampaikan, jika pihaknya sudah mulai melakukan pengerukan sampah-sampah yang menyumbat gorong-gorong di bawah jembatan.

Saat melakukan pengerukan itu, pihaknya banyak menjumpai sampah berupa rumpun bambu (barongan) yang hanyut terbawa arus sungai. Selain itu juga banyak sampah seperti potongan bambu, kayu, batang pisang maupun sampah yang lain.

“Yang paling banyak itu tonggak bambu atau barongan yang sudah ditebang, mungkin sengaja dibuang ke sungai,” tutur Kalaksa BPBD, Senin (22/3/21).

Menurut Indra, dari 3 buah gorong-gorong yang ada di bawah jembatan, hanya separoh yang bisa dilalui air sungai. Ketika hujan turun dan debit air naik, otomatis air sungai akan meluap ke atas dan mencari jalan yang tidak seharusnya.

“Hanya 1 gorong-gorong yang bisa dilewati air, itu pun hanya separoh. 2 Yang lainnya tersumbat penuh,” jelas Indra.

Sebetulnya jembatan itu tidak putus, lanjutnya karena luapan air itu sehingga tanah yang ada di dekat bibir jembatan ikut tergerus. Makanya kalau hujan tidak bisa dilalui, ketika air surut masih bisa dilalui roda 2.

Pihaknya akan terus melakukan penangan 5 sampai 7 hari kedepan, agar jembatan tersebut segera bisa dilalui roda 4. “Paling cepat Rabu besok sudah bisa dilewati mobil, semua elemen akan turut membantu pemasangan jumbo bag,” jelasnya lagi.

Alat berat yang digunakan itu, Indra mengaku masih menggunakan jasa pihak ketiga dengan sistim sewa. “Masih kita rumuskan sistimnya. Kita kan dari kebencanaan jadi kalau nyewa pun tidak akan mahal, hanya ganti ongkos BBM sama operator saja,” pungkasnya.(rus)