Gawat...! Beli Kayu Malah Dianiaya Menggunakan Parang

Gawat...! Beli Kayu Malah Dianiaya Menggunakan Parang
Korban ketika menjalani perawatan dari pihak medis
Lumajang, Motim - Sial, itulah nasib yang dialami oleh Nur Hadi, warga Desa Burno, Kecamatan Senduro.

Saat menebang kayu yang baru dibelinya Nur Hadi dianiaya oleh Misnaji yang tak lain tetangganya menggunakan sebilah parang.

Akibat ulah Misnaji itu Nur Hadi mengalami luka bacok pada bagian lengan tangan sebelah kiri. Kasus ini sudah ditangani unit Reskrim Polsek Senduro.
Gawat...! Beli Kayu Malah Dianiaya Menggunakan Parang
Pelaku ketika diamankan
Kapolsek Senduro, AKP Joko Wintoro melalui Kanit Reskrim Aiptu Gatot Subroto menuturkan kasus penganiayaan dengan menggunakan sajam terjadi pada hari Senin (29/3/21) kemarin.

Kejadian bermula saat korban menebang kayu, datang pelaku kemudian menegur korban bahwa pohon yang ditebang itu adalah miliknya.

Karena kayu itu sudah dibeli kepada orang tua Misnaji, korban pun menjelaskan kepada pelaku bahwa kayu itu sudah dibeli kepada ayahnya.

Mendengar penjelasan korban, pelaku langsung tersinggung, seakan tidak terima lalu marah. Beberapa saat kemudian Misnaji mengeluarkan sebilah parang terus membacok korban mengenai salah satu tangan korban.

Nyawanya terancam, korban lari menyelamatkan diri dan melaporkan kejadian yang menimpanya itu ke Polsek Senduro.

"Korban sudah membeli kayu yang ditebang itu kepada orang tua pelaku," ucapnya.

Atas laporan itu, pihaknya langsung menuju ke lokasi kejadian. Usai melakukan proses olah tempat kejadian perkara (TKP) juga mengumpulkan keterangan warga pihaknya langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku.

"Tidak butuh waktu lama pelaku berhasil diamankan di rumahnya lengkap dengan barang bukti parang," katanya.

Saat dimintai keterangan pelaku mengaku tidak tau jika kayu yang ditebang korban itu sudah dibeli kepada orang tuanya.

"Pelaku mengaku tidak tau kalau kayu itu sudah dibeli kepada orang tuanya," tuturnya.

Lanjut Kanit Reskrim, informasi dari masyarakat bahwa pelaku mengalami depresi dan pernah rawat jalan di Puskemas Senduro.

Pelaku sudah ditahan dijerat pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.

"Terkait dugaan pelaku Depresi segera kami periksakan kejiwaannya ke dokter spesialis saraf Rumah Sakit Bhayangkara,'' tegas Gatot.(rus)