Polisi Kesulitan Ungkap Tewasnya Dukun Asal Curah Jeruk

Polisi Kesulitan Ungkap Tewasnya Dukun Asal Curah Jeruk
Mayat korban ketika dievakuasi petugas menuju kamar mayat.(vit)
Lumajang, Motim - Tewasnya seorang dukun alias paranormal bernama Sumarno (60), warga Dusun Curah Jeruk, Desa Kebonsari, Kecamatan Sumbersuko, yang ditemukan istrinya dalam kondisi leher nyaris putus belum terungkap.

Kapolsek Sumbersuko, AKP Edi Santoso, SH saat dikonfirmasi Memo Timur menyampaikan proses penanganan kasus tersebut masih terus berlangsung. Kali ini memasuki proses pemeriksaan saksi-saksi yang berkaitan erat dengan kejadian.

Hasil pemeriksaan sementara, pihaknya belum menemukan titik terang. “Masih kita lakukan penyelidikan, sementara masih belum mengerucut kepada siapa-siapa,” ujar Kapolsek Sumbersuko melalui via selulernya, Selasa (2/3/21).

Lanjut Edi jika pihaknya masih belum berani menentukan siapa saja yang terlibat karena belum ada temuan baru di lapangan maupun saat memeriksa saksi-saksi.

Meski sesaat setelah kejadian pihaknya pun telah menerjunkan tim K9 atau anjing pelacak untuk menyusuri jejak pelaku, namun pihaknya belum juga mendapatkan hasil dan masih nihil.

Anjing pelacak yang diterjunkan hanya berputar-putar di belakang rumah korban sampai di sumur bor yang tak jauh dari lokasi kejadian.

"Kami bersama anggota tetap semangat guna mengungkap tewasnya korban. Masih butuh waktu saja," jelasnya.

Terpisah Bripka Fajar Nur Ilhamsyah selaku pawang anjing K9 menyampaikan jika dirinya kehilangan jejak pelaku yang diduga melarikan diri ke arah persawahan.

“Saat mendekati persawahan baunya sudah hilang, tepatnya sedikit ke arah timur dari rumah korban. Karena tidak ada barang milik pelaku yang bisa dijadikan sampel bau, kita pakai sampel darah korban untuk melacak pelaku,” terang Bripka Fajar.

Informasi yang diperoleh Memo Timur di lapangan, pelaku menghabisi korban diduga selain menggunakan senjata tajam jenis celurit juga menggunakan sepotong bambu.

"Ada warga melihat pelaku keluar dari rumah korban lari ke persawahan memegang celurit juga memegang bambu seukuran tongkat," jelasnya.(rus)