Sego Karak di Jalan A. Yani Diminati Kalangan Pegawai hingga Dokter

Sego Karak di Jalan A. Yani Diminati Kalangan Pegawai hingga Dokter
Pelanggan sego karak di jalan A Yani
Lumajang, Motim - Nasi aking atau sego karak merupakan makanan tradisional yang jarang ditemui pada masa sekarang. Untuk membuat sego karak butuh waktu dan proses yang cukup panjang sampai bisa dihidangkan dengan layak.

Namun ada penjual sego karak yang masih eksis berjualan hingga saat ini. Tepatnya di jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kepuharjo, Kecamatan Lumajang. Penjualnya, Rieza Permata Jayanti sudah hampir 5 tahun menjajakan sego karak di sana. Jualannya ini pun diminati kalangan pegawai hingga dokter.

Setiap hari dengan dibantu ibunya, Rieza membuka lapak mulai pukul 6 pagi sampai jam 10 siang. “Sego karak ini cuma 8 ribu, lauknya urap-urap, sambel bajak, ikan asin, tempe kukus, dadar jagung sama sayur kemangi dan timun. Kalau nambah telor atau ikan tongkol ya 10 ribu,” katanya sambil menunjukkan menu yang ada di lapaknya.

Karaknya ia beli dari tetangga kanan kiri dan pengepul, dengan harga Rp 3.000 per kilogram. Namun tidak semua karak bisa diolah menjadi nasi karak.

Sego Karak di Jalan A. Yani Diminati Kalangan Pegawai hingga Dokter

“Musim hujan gini susah cari karak. Harus dipilih karak yang bagus, kalau yang keluar jamur tidak bisa diolah, rasanya pasti ndak enak,” jelas Rieza.

Ia menambahkan, setiap harinya tidak sedikit pegawai negeri maupun tenaga kesehatan yang makan di tempatnya. Bahkan sering diborong oleh pegawai rumah sakit yang notabene paham dengan masalah kesehatan.

“Yang makan di sini kebanyakan pegawai negeri, dokter dan pegawai rumah sakit juga sering langganan. Katanya sih bagus untuk orang sakit seperti diabet daripada nasi jagung,” tutupnya.(rus)