Tewasnya Guru Ngaji di Jenggrong Diduga Miliki Santet



Tewasnya Guru Ngaji di Jenggrong Diduga Miliki Santet
Pawang K9 ketika melakukan pelacakan
Lumajang, Motim - Kasus pembunuhan terhadap salahsatu tokoh masyarakat Desa Jenggrong, Kecamatan Ranuyoso bernama Supriyo alias Usal (50), pada Kamis (25/3/21) malam masih menyisakan misteri.

Kapolsek Ranuyoso, Iptu Ari Hartono, SH., MH., ketika dihubungi Memo Timur menyampaikan jika kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan. Sejauh ini pihaknya sudah memeriksa keterangan saksi-saksi dan masih belum mengerucut pada seseorang.

“Belum tertangkap, masih kita lakukan pemeriksaan terhadap 3 orang saksi, semoga tidak lama lagi bisa ada titik terang,” ucap Kapolsek Ranuyoso, Minggu (28/3/21).

Di lingkungannya, korban dikenal sebagai pribadi yang baik, lanjut Iptu Ari selain aktif dalam kegiatan di lingkungan, korban juga sebagai guru ngaji dan pimpinan jama’ah pengajian rutin.

Meski demikian, ada suara sumbang yang berhembus apabila korban diduga mempunyai ilmu santet.

“Kita tidak bisa percaya begitu saja terhadap informasi yang belum jelas, harus kita buktikan dulu,” tegasnya.

Pihaknya berkeyakinan bahwa kasus tersebut akan segera ada titik terang, sehingga siapa pelaku dan apa motifnya secara gamblang akan terungkap. “Kita lihat perkembangannya nanti, ditunggu saja satu bulan,” katanya.

Sebelumnya, Warga Dusun Baka Utara, Desa Jenggrong, Kecamatan Ranuyoso mendadak gempar setelah Tokoh Masyarakat setempat bernama Supriyo alias Usal (50), ditemukan tewas dengan luka bacok pada bagian kepala dan punggung pada Kamis (25/3/21) malam.

Kapolsek Ranuyoso, Iptu Ari Hartono, SH, MH melalui Kanit Reskrim, Bripka Dhanos Kradeka membenarkan kejadian tersebut. Kejadian itu bermula ketika korban hendak menghadiri kegiatan yasinan dengan mengendarai sepeda motor Honda Supra.(rus)