Warga Ancam Turun Jalan Jika Pembakaran Limbah Medis RSUD Haryoto Tidak Segera Dicarikan Solusi

Warga Ancam Turun Jalan Jika Pembakaran Limbah Medis RSUD Haryoto Tidak Segera Dicarikan Solusi
screenshot video diduga aktifitas pembakaran limbah medis di RSUD dr Haryoto
Lumajang, Motim - Aktifitas pembakaran limbah medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Haryoto Lumajang terus mendapat penolakan dari warga sekitar. Apabila aktifitas itu terus berlanjut, warga ancam turun aksi ke jalan.

Yahya, salah satu warga setempat yang menolak adanya pembakaran limbah medis itu menyampaikan, jika warga pernah mengkonfirmasi ke direktur rumah sakit tentang pengelolaan limbah medis tersebut. Dan mendapat jawaban jika rumah sakit tidak mempunyai anggaran untuk itu.

“Masa ndak ada anggaran, padahal kesehatan menjadi perioritas utama, anggarannya juga besar. Ada apa?,” tanyanya penuh heran, ketika dihubungi Memo Timur, Jum’at (19/3/21).

Lanjutnya, jika memang dipihak ketigakan, setiap hari apa pengambilan limbah medis itu dilakukan. Setidaknya jangan sampai ada pembakaran. Ini kan di dalam kota, juga padat penduduk. Pihak rumah sakit harusnya memberi solusi terkait masalah ini. Bukan malah dilempar sana dilempar sini.

“Bulan ini harus ada solusi, kalau tidak warga akan aksi turun jalan. Beri kejelasan!,” seru Yahya.

Senada dengan Yahya, Ketua Rukun Warga 17, Satuwi menuturkan jika kondisi seperti itu sudah berjalan selama 5 tahun. Sejak era direktur lama hingga direktur yang sekarang, sudah berulang kali dilakukan mediasi. Namun tetap tidak ada titik temu.

Pernah disepakati bahwa rumah sakit tidak melakukan pembakaran. Namun setelah dirasa warga sudah lengah, pembakaran itu diulangi lagi. Ahirnya warga sekitar protes lagi khawatir berdampak semisal mengalami sesak nafas dan lain sebagainya.

“Dengan direktur yang lama, katanya pembakaran itu mau dipindah ke wilayah Desa Lempeni Kecamatan Tempeh. Ditunggu-tunggu tidak ada kabar sampai ganti direktur baru,” tutur Satuwi.

Satuwi menambahkan jika pihaknya pernah diundang ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di Surabaya dan disepakati tidak akan ada pembakaran. Apabila ada pembakaran seharusnya pihak rumah sakit bisa mengelolahnya dengan baik, sehingga tidak merugikan lingkungan.

“Pada prinsipnya ya tidak disetujui oleh DLH Surabaya,” katanya.

Direktur RSUD dr. Haryoto Lumajang, Dr. Halimi ketika dikonfirmasi via WhatsApp terkait pembakaran limbah medis yang mendapat protes keras dari masyarakat mengarahkan untuk konfirmasi ke Agus TU dengan mengirim nomor teleponnya.

"Biar statemennya sama," tuturnya.

Sementara itu Agus, Tata Usaha (TU) RSUD dr. Haryoto belum bisa memberikan keterangan. "Maaf saya masih di jalan," katanya.(rus)